Ini Penjelasan Satpol PP yang Hajar Siswa SMA Saat Rayakan Kelulusan

oleh -1.161 views
Anggota Satpol PP Kayong Utara, Zauzi didampingi Kepala Satpol PP Badaruzzman saat memberikan klarifikasi terkait peristiwa dalam videi yang beredar di media sosial (4/5/2018)

KAYONG UTARA, KILASKALBAR.com – Video berdurasi satu menit 19 detik yang beredar di dunia maya yang menggambarkan seorang siswa SMA dipukul oleh anggota Satpol PP sempat membuat heboh masyarakat.

Berdasarkan keterangan dari pengunggah video, Latif Abdullah, peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kayong Utara.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kayong Utara, Badaruzzaman membenarkan jika peristiwa yang terekam di video tersebut dilakukan oleh anggotanya tersebut.

Baca Juga :Wah, Anggota Satpol PP Hajar Siswa SMA yang Rayakan Kelulusan

Meski demikian, jelas Badaruzzman, pihak sekolah sendiri yang meminta kepada pihak Satpol PP untuk memantau aktivitas para siswa serta memberikan pengamanan saat pengumuman kelulusan pada hari Kamis (3/5/2018) kemarin.

Dari pengamanan tersebut, sekitar 50 orang diamankan ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan.

Dalam rekaman video tersebut, anggota Satpol PP bernama Zauzi menyuruh para siswa membuka seragam sekolah yang telah dicoret-coret.

Namun, dalam rekaman video tersebut, salah satu siswa kemudian terlihat melemparkan seragam yang dikenakannya kepada Zauzi.

“Hal itulah yang membuat staf saya di luar kendali,” ujar Badaruzzman, Jumat (4/5/2018).

“Sebenarnya bukan melakukan pemukulan, tetapi ingin menghampiri siswa itu. Saya sendiri yang menahan Zauzi untuk tidak bertindak sembarangan,” katanya.

Badaruzzman menambahkan, apabila masyarakat atau siapa pun yang ingin mengetahui peristiwa yang sebenarnya, dirinya mempersilahkan untuk datang ke Kantor Satpol PP KKU, supaya bisa mengetahui duduk permasalahannya.

Dalam kesempatan tersebut, Zauzi mengatakan bahwa apa yang dia lakukan merupakan resiko kerja yang harus dihadapi untuk menegakkan ketertiban.

Zauzi pun selalu siap menanggung segala resiko terkait dalam pelaksanaan tugasnya.

“Saya menyesal dan saya juga sudah ketemu langsung dengan siswa tersebut, kami sudah saling memaafkan,” ujar Souzi.

Menurur Zauzi, apa yang dilakukannya tersebut merupakan sebuah spontanitas sebagai seorang ayah yang marah karena anaknya tidak mengindahkan omongannya.

“Karena saya juga memiliki seorang putra yang sebesar itu. Lewat media ini saya memohon maaf kepada masyarakat, khususnya kepada siswa,” ujar Zauzi. (Noy)