Maret 11, 2026

Paruu Tambe: Perahu Hias Dayak yang Menjadi Simbol Persaudaraan dan Kearifan Lokal

WhatsApp-Image-2026-03-03-at-02.03.46 (1)

KILASKALBAR – Paruu Tambe, perahu hias tradisional masyarakat Dayak Taman dan Dayak Tamambaloh, tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga simbol persaudaraan, kebersamaan, dan kearifan lokal.

Proses pembuatannya dilakukan secara gotong royong oleh seluruh komunitas, memperkuat identitas budaya sekaligus menjalin hubungan sosial antarwarga.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, menegaskan pentingnya pelestarian tradisi ini.

“Paruu Tambe bukan sekadar alat transportasi air, melainkan sarana simbolis yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan budaya yang tinggi. Ia melambangkan perjalanan hidup manusia dari lahir hingga kembali kepada Sang Pencipta, serta kebersamaan dan doa agar setiap upacara adat berjalan lancar,” ujar Faisal.

Keberadaan Paruu Tambe juga dijaga melalui sejumlah larangan adat, termasuk tidak diperbolehkannya membawa pulang papanyi dan daun tuak dari prosesi pemakaman agar roh tidak mengikuti keluarga kembali dari kuburan. Aturan ini menjadi bagian dari sistem nilai yang dihormati masyarakat.

“Tradisi ini harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi muda. Pelestarian budaya bukan hanya menjaga bentuk fisiknya, tetapi juga nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya,” tegas Faisal.

Pemerintah provinsi terus mendorong edukasi publik dan promosi budaya agar generasi muda memahami filosofi di balik Paruu Tambe.

“Paruu Tambe adalah kekayaan budaya Kalimantan Barat yang patut dibanggakan. Ini bukan sekadar simbol masyarakat Dayak, tetapi juga aset budaya Indonesia,” tutup Faisal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *