Generasi Milenial Harus Jadi Bonus Demografi

oleh -1.082 views
Wakil Ketua DPW PKB Kalbar, Hery Arianto.

Oleh: Hery Arianto (Politisi PKB)

Generasi muda di Indonesia yang jumlahnya cukup besar, lebih dari sepertiga penduduk Indonesia merupakan generasi milenial. Hal ini sangat strategis bagi perjuangan pembangunan bangsa yang tengah bangkit menuju aras kemajuan dan kejayaan.

Satu hal yang menarik dari generasi milenial, selain usianya yang masih muda, juga mereka memiliki tenaga atau karsa yang sangat luar biasa, ditopang dengan semangat yang kuat serta kecerdasan intelektual yang memadai pasti apa saja bisa terwujud dari tangan mereka.
Untuk itu tentu saja menjadi keharusan bahwa generasi milenial ini harus menjadi bonus demografi Indonesia, bukan sebaliknya menjadi beban pembangunan atau bahkan ancaman pembangunan itu sendiri.

Dan untuk menjadikan generasi milenial bonus demografi tentu tak cukup dengan membuat selogan dan mengadakan sosialisasi di sana-sini, tapi lebih dari itu, ada empat hal yang harus dipersiapkan, antara lain:

Pertama, pondasi moral. Untuk itu pemerintah maupun stakeholder masyarakat harus mendorong terciptanya karakter moral generasi milenial yang baik, yang berakar dari nilai budaya dan agama yang ada di Indonesia.

Kedua, lingkungan alam yang mendukung. Generasi milenial harus tumbuh dan berkembang dari alam Indonesia yang sehat, untuk itu setiap gejala alam yang dapat merusak kesehatan harus ditanggulangi. Seperti asap yang merupakan akibat dari pembakaran lahan, polusi udara yang disebabkan banyaknya timbal yang dapat merusak kesehatan, dam lain sebagainya.

Ketiga, lingkungan sosial. Harus tercipta lingkungan sosial yang baik, ramah, toleran dan saling mencintai. Dengan rusaknya lingkungan sosial pasti akan berakibat terciptanya generasi milenial yang radikal, intoleran dan lain-lain.

Keempat, terciptanya iklim pendidikan yang mengarah pada kegairahan pencarian ilmu pengetahuan, bukan sekadar gelar dan julukan semata. Untuk itu dunia pendidikan harus menumbuhkan kegairahan belajar dan bukan tekanan untuk harus belajar, sebab kegairahan belajar akan menumbuhkan karakter pembelajar yang tak akan berhenti walau sudah tak mengenyam pendidikan formal lagi.

Semua pihak tentu harus terobsesi untuk mewujudkan empat hal tersebut demi tercapainya bonus demografi dari wujud generasi milenial yang sangat berarti bagi negeri ini. (*)