Presiden Jokowi Berharap Proyek Strategis Nasional Tekan Ketimpangan

oleh -848 views
Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/4). (Foto: Humas/Jay)

JAKARTA, KILASKALBAR.com – Presiden Joko Widodo meminta agar setiap proyek strategis nasional berdampak pada peningkatan nilai tambah perekonomian daerah, serta penurunan kemiskinan dan menekan ketimpangan.

Hal tersebut dia sampaikan dalam Rapat Terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/4/2018) siang.

Untuk itu, Jokowi mengingatkan agar program dan proyek strategis nasional (PSN) yang direncanakan untuk mulai dikerjakan di tahun 2018, harus dipastikan betul eksekusinya di lapangan.

Presiden Jokowi juga berpesan, PSN  harus betul-betul terintegrasi dalam rangka pengembangan sektor unggulan yang sedang dikembangkan oleh daerah.

“Misalnya tol laut, harus dipastikan bahwa program ini benar-benar bisa menurunkan biaya logistik serta berdampak pada turunnya harga-harga bahan pokok yang diperlukan rakyat terutama di daerah daerah kepulauan,” kata Jokowi, Senin (16/4/2018).

Presiden juga menekankan agar komunikasi ke publik, harus terus ditingkatkan. Supaya rakyat tahu apa yang tengah dikerjakan dan apa manfaat bagi masyarakat.

Sehingga muncul dan tumbuh rasa ikut memiliki, yang kemudian ikut mengawasi atau memantau langsung pelaksanaan proyek-proyek yang ada, serta tidak kalah pentingnya juga ikut menjaga dan memelihara setelah proyek tersebut selesai.

Terkait pembiayaan untuk PSN itu, Jokowi juga mengingatkan, hal tersebut tidak mungkin hanya mengandalkan APBN saja.

Untuk itu, menurutnya perlu dilakukan model-model pembiayaan alternatif dan kreatif yang menarik minat investor untuk ikut membiayai proyek-proyek tersebut.

Dalam pelaksanaan pengerjaan proyek pun, Jokowi meminta supaya tidak semuanya dilakukan oleh BUMN, termasuk anak-anak BUMN.

“Libatkan sektor swasta, terutama swasta- swasta yang berada di daerah dimana proyek itu dikerjakan,” kata Jokowi. (*/Setpres/Noy)