Pernyataan Ahmadiyah Indonesia atas Tragedi Bom di Surabaya

oleh -1.819 views
Yendra Budiana, Sekretaris Pers dan Juru Bicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia.

JAKARTA, KILASKALBAR.com – Pengurus Besar (PB) Jemaat Ahmadiyah Indonesia, menyatakan semua bentuk teror dan ekstrimisme sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang hakiki. Alquran mengatakan bahwa membunuh satu orang yang tidak bersalah saja, ibarat membunuh seluruh umat manusia (QS, Al-Maidah: 32).

“Islam tidak pernah membenarkan tindakan kekerasan apa pun, baik itu dilakukan oleh individu, kelompok atau pemerintah …,”

Pernyataan melalui siaran pers yang disampaikan Yendra Budiana, Sekretaris Pers dan Juru Bicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Ahmadiyah menyatakan mengecam aksi teror bom gereja di Surabaya.

“Saya sangat mengecam semua tindakan dan bentuk-bentuk terorisme karena keyakinan saya yang mengakar kuat bahwa Islam dan agama lainnya tidak ada yang membenarkan kekerasan dan pertumpahan darah pada orang-orang yang tidak bersalah, wanita dan anak-anak atas nama Tuhan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (13/5/2018).

Sehubungan dengan aksi teror oleh kelompok teroris yang terus melalukan perbuatan biadab di Mako Brimob, Depok dan beberapa Gereja di Surabaya, Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) :

1. Mengecam dengan keras tindakan teroris dan menyampaikan bela sungkawa yang mendalam untuk seluruh korban dan keluarganya semoga mendapat kekuatan dari Allah SWT.

2. Mendukung pemerintah bertindak adil menegakan hukum pada siapapun pelaku dan pendukung teror yang anti toleransi, anti Pancasila, anti UUD 1945 dan menjadi ancaman berbahaya bagi harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara

3. Mengajak para pemuka agama untuk bersama sama meningkatkan pendidikan moral umatnya sehinga menjadi umat yang adil, saling mencintai dan tidak mengganggu pihak manapun

4. Berikanlah para teroris pemahaman yang benar, ajaklah dengan hikmah kepada jalan Tuhan dan doakanlah dengan tulus agar mereka merubah jalan hidupnya. Namun jika gagal, maka perangilah kejahatan sampai perdamaian terwujud dengan tetap mengutamakan sikap adil.

5. Mengajak masyarakat mencegah sejak dini tindakan intoleransi sebagai akar dari Terorisme

Teroris mungkin menggunakan label agama atau politik, tetapi mereka tidak ada hubungannya dengan agama. Mereka adalah musuh perdamaian. Mereka harus diperangi di setiap tingkat seperti yang dianjurkan oleh Islam, agama damai. (*/qrf)