Kapolri : Pelaku Bom Gereja Surabaya Diduga Satu Keluarga

oleh -1.417 views
Ledakan bom di gereja Surabaya, Minggu (13/5/2018)

SURABAYA, KILASKALBAR.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, pelaku bom gereja yang terjadi di Surabaya diduga berasal dari satu keluarga.

Hal tersebut diungkapkan Tito dalam konferensi pers yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Mereka terdiri sepasang suami istri, serta dua orang anak perempuan dan dua anak laki-laki.

Baca JugaDetik-detik Ledakan Bom Gereja di Surabaya

Pelaku penyerang di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Arjuna diduga kuat merupakan sosok ayah dalam keluarga tersebut berinisial D.

Sebelum menyerang, sang ayah menurunkan istri yang berinisial PK dan anaknya di dekat gereja GKI Diponegoro.

Sang ayah tersebut kemudian menyerang gereja GPPS Arjuna.

Baca Juga : Terekam CCTV, Ada Motor Masuk Parkiran Gereja Kemudian Meledak

Dalam waktu berdekatan, sang istri dan dua anak perempuannya juga menyerang DGKI Diponegoro.

Dalam waktu yang juga berdekatan, terjadi serangan teror ke Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela.

Pelaku serangan di gereja terakhir ini adalah dua anak laki-laki dari pasangan D dan PK.

“Gereja Santa Maria ini diserang oleh dua sosok yang diduga merupakan anak laki-laki dari D dan PK,” kata Tito, Minggu (13/5/2018).

Sementara itu, korban ledakan bom terus bertambah. Hingga pukul 12.30 WIB siang, sebanyak 10 orang dilaporkan meninggal dunia dan 41 orang mengalami luka.

Baca Juga : Bertambah Lagi, Korban Ledakan Bom Gereja Surabaya 10 Meninggal dan 41 Luka

Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, perkembang terakhir peristiwa ledakan bom mengakibatkan korban tewas bertambah menjadi 10 orang.

“Tiga korban yang meninggal sudah  bisa di identifikasi, sedangkan tujuh korban lainnya masih di lokasi kejadian,” ujar Frans, Minggu siang. (*/Noy)