Beredar, Foto Satu Keluarga Terduga Pelaku Bom Gereja Surabaya

oleh -2.017 views
Foto yang diduga pelaku bom gereja di Surabaya (13/5/2018).

SURABAYA, KILASKALBAR.com – Sebuah foto yang menampilkan satu keluarga beredar di dunia maya dan disebut sebagai terduga pelaku peledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Foto tersebut menampilkan satu keluarga, yaitu sepasang suami istri dengan empat anak masing-masing dua anak laki-laki dan dua anak perempuan.

Akun Instagram Brigadir Jenderal Krishna Murti @krishnamurti_91 juga memposting foto tersebut.

“Jangan lihat pakaiannya: Lihat akibat dari pemikiran yang salah. Bahkan satu keluarga bisa menjadi pelaku sekaligus korban,” kata Khrisna Murti dalam kalimat pengantar foto yang dipostingnya tersebut.

Baca Juga : Kapolri : Pelaku Bom Gereja Surabaya Diduga Satu Keluarga

Khrisna juga melampirkan data nama pelaku, disertai lokasi masing-masing gereja yang di bom.

Pelaku, satu keluarga,” kata Khrisna sebelum mengakhiri postingannya.

Pada akhir postingan, Khrisna juga menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk melindungi keluarga dari pikiran yang salah.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, pelaku bom gereja yang terjadi di Surabaya diduga berasal dari satu keluarga.

Hal tersebut diungkapkan Tito dalam konferensi pers yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Mereka terdiri sepasang suami istri, serta dua orang anak perempuan dan dua anak laki-laki.

Pelaku penyerang di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Arjuna diduga kuat merupakan sosok ayah dalam keluarga tersebut berinisial D.

Sebelum menyerang, sang ayah menurunkan istri yang berinisial PK dan anaknya di dekat gereja GKI Diponegoro.

Sang ayah tersebut kemudian menyerang gereja GPPS Arjuna.

Dalam waktu berdekatan, sang istri dan dua anak perempuannya juga menyerang DGKI Diponegoro.

Dalam waktu yang juga berdekatan, terjadi serangan teror ke Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela.

Pelaku serangan di gereja terakhir ini adalah dua anak laki-laki dari pasangan D dan PK.

“Gereja Santa Maria ini diserang oleh dua sosok yang diduga merupakan anak laki-laki dari D dan PK,” kata Tito, Minggu (13/5/2018). (*/Noy)