Menteri Sosial Kagum Prestasi Anak Difabel

oleh -1.782 views
Menteri Sosial Idrus Marham saat melakukan kunjungan ke Balai Besar Vokasional Bina Daksa (BBRVBD) Cibinong.

CIBINONG, KILASKALBAR.com – Menteri Sosial Idrus Marham tidak bisa menutupi kekagumannya terhadap penyandang disabilitas binaan Balai Besar Vokasional Bina Daksa (BBRVBD) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Idrus Marham mengatakan, meskipun secara fisik mereka terbatas, namun kemampuan vokasional mereka luar biasa.

Hal tersebut bisa dibuktikan dengan tingginya kebutuhan dunia kerja terhadap mereka.

“Kebanyakan mereka masuk ke perbankan. Ke depan, kami bertekat menjadikan balai besar ini sebagai pusat rehabilitas nasional anak-anak penyandang disabilitas dari seluruh Indonesia, dengan berbagai macam keterampilan,” ujar Idrus, Jumat (13/04/2018).

Kondisi tersebut, sebut Mensos, sejalan dengan tuntutan dunia kerja ke depan terkait kualitas tenaga kerja dan bidang kerja yang harus dikuasai.

Idrus meminta, rencana pengembangan balai tersebut didahului dengan pengajuan proposal dari Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos.

“Kebetulan pula, prioritas program Presiden Joko Widodo ke depan adalah pada investasi sumber daya manusia,” kata Idrus.

“Kami juga akan mengajak beberapa perusahaan besar sebagai panggilan kemanusiaan, untuk mendukung anak-anak ini yang meskipun tidak sempurna tetapi kreatif dan siap bekerja,” tambahnya.

Secara khusus Idrus mengungkapkan kekagumannya akan kemampuan dan prestasi yang sudah ditorehkan para penerima manfaat di BBRVBD.

Sebab dengan segala keterbatasan yang dimiliki, mereka mampu menunjukkan presitasinya.

“Kalau orang normal di luar sana berprestasi, saya tidak kagum. Tapi saudara-saudara dengan segala keterbatasan, bisa menunjukkan prestasi, ini yang saya kagumi,” ucapnya.

“Bahkan saya pun belum tentu bisa menyaingi prestasi anda,” tambah Idrus.

Idrus mengaku, kedatangannya ke balai ini awalnya adalah untuk memberikan motivasi kepada para penerima manfaat.

Namun setelah berinteraksi langsung dengan mereka, Idrus mengaku merasa termotivasi dan terinsipirasi.

Sehingga Idrus ingin balai tersebut semakin berkembang.

“Saya ingin tidak hanya 85 orang yang dibina di sini. Saya tidak ingin hanya satu atau dua jenis vokasi yang dikembangkan di sini. Saya ingin balai ini menjadi pusat rehabilitasi vokasional nasional,” harapnya.

Bila langkah ini direalisasikan, sambung Idrus, maka tentu akan ada konsekwensi-konsekwensi.

Pasti akan ada perubahan cara pengelolaan yang lebih rumit, kebutuhan akan kualitas instruktur akan meningkat, butuh perlengkapan yang paripurna, dan jaringan sosial setelah mereka lulus dari balai.

Idrus juga meminta Dirjen Rehsos dan Kepala BBRVBD mempersiapkan proposal pengembangan dengan baik.

BBRVBD memberikan keterampilan berupa pengoperasian komputer, penjahitan, desain grafis, dan pekerjaan logam.

Total PM yang dibina saar ini berjumlah 85 orang, dimana 10 persennya penyandang disabilitas rungu wicara.

BBRVBD Cibinong juga memberikan bimbingan keterampilan lanjut untuk penyandang disabiltas.
(Biro Humas Kemensos/*/Noy)