Kebocoran Data 1.099.666 Pengguna di Indonesia, Ini Jawaban Facebook ke Menkominfo

oleh
Facebook (ist)

JAKARTA, KILASKALBAR.com – Kepala Perlindungan Data dari Facebook Irlandia telah mengirimkan jawaban terkait kasus kebocoran data pribadi 1.099.666 pengguna Facebook di Indonesia yang dilakukan oleh Cambridge Analytica.

Jawaban tersebut setelah pihak Facebook mendapatkan surat peringatan tertulis dari Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Dilansir dari siaran pers Biro Humas Kemenkominfo, pihak Kominfo mengapresiasi respons Facebook atas surat peringatan yang diberikan.

Bahkan, Facebok juga  berkeinginan untuk membantu secara sukarela.

Meskipun, belum semua informasi yang diminta oleh Pemerintah Indonesia dipenuhi dalam surat jawaban.

Dalam jawaban yang disampaikan Facebook melalui surat elektronik itu, Kepala Perlindungan Data dari Facebook Irlandia hanya menyampaikan langkah-langkah yang diambil dalam mengatasi kebocoran tersebut.

Langkah-langkah yang diambil Facebook itu diantaranya :

  1. Facebook telah melakukan audit terhadap kebocoran data pribadi dari penggunanya, walaupun hasil auditnya belum disampaikan secara lengkap dan rinci kepada Kementerian Kominfo;
  2. Facebook telah memberikan rincian informasi mengenai akses pihak ketiga terhadap data user pass log indalam aplikasi Cambridge Analytica; dan
  3. Facebook telah melakukan updatekebijakan dan perubahan fitur yang memungkinkan pihak ketiga menggunakan data pribadi pengguna.

Meski demikian, seperti dikutip dalam siaran persnya, Kemenkominfo menegaskan ada dua penjelasan yang belum disampaikan oleh Facebook, yaitu:

  1. Belum dijelaskan tindakan apa yang dilakukan Facebook terhadap bentuk informasi dan cara pemberitahuan penyalahgunaan data pengguna sebagai bentuk early warningdalam platform Facebook yang membantu pengguna, dan
  2. Belum dijelaskan potensi penyalahgunaan data pengguna FB yang selayaknya diketahui pengguna berupa notifikasi kepada Kementerian Kominfo mengenai potensi-potensi penyalahgunaan data pribadi yang berasal dari platform aplikasi pihak ketiga.

Sehingga, Kementerian Kominfo kembali mengingatkan agar Facebook mematuhi legislasi atau regulasi yang berlaku di Indonesia.

Oleh karena itu, Kementerian Kominfo membutuhkan penjelasan mengenai struktur tanggung jawab di Facebook ketika terjadi penyalahgunaan dan atau diciderainya data pribadi pengguna Facebook dari Indonesia.

Sebab, penanggung jawab Facebook tetap dapat diterapkan yuridiksi virtual terhadap legislasi/regulasi Indonesia.

Sebelumnya, Menkominfo telah memberikan sanksi peringatan tertulis  kepada Facebook pada hari Kamis (5/4/2018) yang lalu karena telah membiarkan pihak ketiga menyalahgunakan data pribadi yang diambil melalui kuis atau profiling data pengguna media sosial itu.

Sebelum diberikan peringatan tertulis, telah lebih dahulu memberikan peringatan lisan untuk mengonfirmasi mengenai adanya isu penyalahgunaan data pengguna Facebook dari Indonesia oleh pihak ketiga pada tanggal 27, 28, dan 29 Maret 2018.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Facebook, Indonesia menempati urutan ketiga dari perkiraan penyalahgunaan data pribadi oleh Cambridge Analytica, sebanyak 1,096,666 data pribadi pengguna Facebook Indonesia dari total keseluruhan data diduga telah disalahgunakan.

(Humas Kominfo/*/Noy)