Januari 31, 2026

Museum Kalbar Dorong Pelestarian Corak Insang sebagai Identitas Budaya Melayu

WhatsApp-Image-2025-12-04-at-16.21.40

KILASKALBAR — Plt. Kepala UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat, Ryan Almunthahar, menegaskan pentingnya pelestarian Corak Insang, motif khas Melayu Kalimantan Barat yang sarat filosofi dan nilai budaya. Menurut Ryan, motif ini bukan sekadar ornamen pada kain, tetapi simbol sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat Melayu yang tinggal di tepian Sungai Kapuas.

“Corak Insang bukan hanya motif kain, tetapi bagian dari identitas budaya kita. Melalui museum, kami ingin generasi muda mengenal sejarah dan filosofi di balik motif ini,” ujar Ryan.

Corak Insang terinspirasi dari bentuk insang ikan, yang melambangkan napas kehidupan, sumber kehidupan, dan keberlangsungan hidup masyarakat sungai. Dahulu digunakan oleh kalangan bangsawan Melayu, kini motif ini telah menjadi identitas budaya yang dapat dinikmati seluruh masyarakat dari berbagai generasi.

Ryan menjelaskan, pelestarian motif tradisional seperti Corak Insang penting agar generasi muda tetap terhubung dengan nilai sejarah dan filosofi budaya lokal. Museum Provinsi Kalimantan Barat menggelar berbagai kegiatan edukatif, mulai dari pameran khusus, workshop pembuatan motif, hingga program edukasi yang menargetkan pelajar dan mahasiswa.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat keindahan visual Corak Insang, tetapi juga memahami nilai budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Setiap garis dan pola memiliki makna, dari ketekunan, keteraturan, hingga kesinambungan hidup,” jelas Ryan.

Selain sebagai warisan budaya, Corak Insang juga dapat menjadi ikon yang memperkuat identitas Kalimantan Barat. Ryan berharap motif ini semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional dan internasional.

Pelestarian budaya, menurut Ryan, bukan hanya soal menjaga masa lalu, tetapi memastikan nilai-nilai tradisi tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini.
“Budaya hidup ketika masyarakat ikut serta dalam pelestariannya. Museum hadir sebagai jembatan antara generasi sekarang dengan warisan leluhur, agar nilai sejarah dan filosofi Corak Insang terus dikenal dan diapresiasi,” tutupnya.

Melalui upaya ini, Corak Insang tidak hanya menjadi simbol keindahan visual, tetapi juga representasi jati diri dan filosofi hidup masyarakat Melayu Kalimantan Barat, sekaligus meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *