Polsek Entikong Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu 3 Kg Jaringan Warga Malaysia

oleh -1.295 views
Kapolres Sanggau rilis penggagalan sindikat penyelundupan narkoba dari Malaysia, Selasa (29/5/2018).

SANGGAU, KILASKALBAR.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Entikong berhasil meringkus dua orang tersangka penyelundup narkoba jenis sabu dalam penyergapan yang dilakukan Jumat (25/7/2018) malam di Jalan Lintas Negara Malindo, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Selain tersangka, polisi juga berhasil mengamankan narkoba jenis sabu seberat tiga kilogram yang siap diselundupkan.

Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan mengungkapkan, sabu tersebut masuk ke Indonesia melalui jalur tikus yang berada di sekitar Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Dua tersangka diduga kurir. Keduanya berinisial SA. Dua tersangka ini dikendalikan oleh seorang warga negara Malaysia yang disebut ‘Paman’.

“SA yang pertama membawa barang tersebut dari Malaysia ke Entikong lewat jalur tikus. SA kedua membawa sabu itu dari Entikong ke Balai Karangan untuk bertemu dengan supir taksi. Mereka ini dikendalikan oleh seseorang yang mereka sebut ‘Paman’, warga negara Malaysia,” terang Rachmat saat press release di Mapolry Sanggau, Selasa (29/5/2018).

Untuk mengelabui polisi, terang Kapolres, sindikat ini menyembunyikan sabu dalam kemasan makanan ringan. Kemasan makanan ini kembali dikemas ke dalam kardus mie instan dan ditutupi dengan rokok.

“Jadi seolah-olah ini adalah kiriman rokok. Pemesan barang masih kami kejar. Dari keterangan tersangka mereka mendapat upah 2 ribu ringgit atau sekitar Rp7 juta setiap pengiriman,” jelasnya.

Sindikat penyelundupan narkoba ini rupanya bukan yang pertama kalinya. Berdasarkan keterangan tersangka, Kapolsek Entikong Kompol Amin Siddiq menjelaskan, dalam bulan Mei 2018 sudah tiga kali mereka menyelundupkan narkoba ke Indonesia lewat perbatasan di Entikong.

“Yaitu pada tanggal 10 mei, 17 mei dan pada waktu ditangkap tanggal 25 mei,” kata dia.

Selain sabu, Polsek Entikong juga mengamankan uang sejumlah 1.750 ringgit dan Rp414 ribu, satu unit sepeda motor yang digunakan untuk membawa sabu dari Entikong menuju Balai Karangan dan sejumlah telepon genggam yang digunakan oleh dua tersangka untuk berkomunikasi dengan ‘Paman’.

Polisi menjerat keduanya dengan pasal 114 dan atau pasal 112 Undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman pidana mati. (qrf)