Kasus Pengadaan Alat, Fatwa Langit Desak Kejari Singkawang DW Jadi Tersangka

oleh -1.372 views
Ketua LSM Fatwa Langit Kota Singkawang, M. Abdurrahman.

SINGKAWANG, KILASKALBAR.com – Ketua LSM Fatwa Langit Kota Singkawang, M. Abdurrahman mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Singkawang untuk meningkatkan status GE alias DW dari status saksi menjadi tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan alat laboratorium metrologi fisika/geologi/geodesi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Singkawang tahun 2013.

Menurut Rahman, sebagaimana diketahui tiga perkara yang disidangkan saat ini di pengadilan tipikor Pontianak dengan tiga terdakwa yakni Uray Andrizar selaku PPTK, Agung Arif Gunawan selaku sektetaris panitia pengadaan, dan Emy Erwanda selaku kuasa pengguna anggaran, adalah merupakan lanjutan dari tiga perkara korupsi sebelumnya yakni Andi Syarif, Abdul Rojak dan Ilyas yang masing-masing telah divonis setahun kurungan dengan subsidier Rp50 juta.

“Selama perkara ini berjalan dipersidangan ada fakta menarik dengan munculnya nama baru yang disebut-sebut oleh para terdakwa dan saksi di persidangan yang juga terlibat dalam perkara korupsi ini,” ujarnya.

Dikatakan Rahman, dalam perkara ini telah menyebabkan terjadinya kerugian negara senilai Rp650.000.000, yaitu dari saudara DW selaku direktur salah satu CV.

Adapun indikasi keterlibatannya sangat jelas sebagaimana yang disampaikan oleh Muhammad Radyan selaku jaksa penuntut umum di beberapa media belum lama ini.

“DW itu adalah orang yang dimintai tolong oleh Uray Andrizar untuk membuat harga perkiraan sendiri (HPS), dan sayangnya DW ini juga ikut dalam proses pelelangan, dan hal itu sebenarnya tidak boleh dilakukan,” kutip Rahman.

Oleh karena itu demi hukum dan keadilan, dirinya meminta kepada Kejaksaan Negeri Singkawang utuk meningkatkan status DW dari saksi menjadi tersangka.

“Demi keadilann untuk masalah ini secara resmi dalam waktu dekat lembaga kami akan menyurati Kejaksaan Negeri Singkawang, Kejati, Kejagung dan Komisi Kejaksaan RI untuk menuntut keadilan,” tegasnya. (*/mizar)