Lagi, BNN Gagalkan Penyeludupan 5 Kilo Sabu dan 4.629 Ekstasi dari Malaysia

oleh -1.786 views
Tiga tersangka beserta barang bukti saat rilis di BNN Provinsi Kalbar (30/4/2018)

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalbar berhasil mengamankan sebanyak 5 kilogram narkoba jenis sabu dan 4.629 butir pil ekstasi, Rabu (25/4/2018) yang lalu di sebuah rumah kost di Jalan Pendidikan, Gang Bujang Nadi, Kelurahan Tumok Manggis, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas.

PLT Kepala BNN Provinsi Kalbar, M Ekasurya Agus mengatakan penangkapan tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat bahwa ada sebuah mobil merek Toyota Yaris warna silver dengan nomor polisi KB 1602 SQ, dari Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang menuju ke Kabupaten Sambas.

Setelah mendapat informasi tersebut, satu hari sebelum penangkapan, petugas langsung berangkat menuju Kabupaten Sambas.

Saat tiba di Kabupaten Sambas, petugas BNN kemudian langsung menuju kost yang dimaksud.

“Sesampainya di lokasi kos, tim menemukan mobil yang dimaksud terparkir di halaman kos. Tim kemudian membagi tugas untuk mengawasi pergerakan disekitar kos,” ujar Ekasurya, Senin (30/4/2018).

Kemudian, sambung Ekasurya, pada pukul 12:05 WIB, terlihat dua orang laki-laki masuk kedalam mobil yang terparkir, dan keluar dari lokasi parkiran.

“Petugas kemudian langsung melakukan penyergapan dan penggeledahan terhadap keduanya,” ujarnya.

Setelah dilakukan penggeledahan, petugas mendapati dua buah kantong plastik yang disimpan di dekat kaki salah satu tersangka yang duduk di kursi sebelah kiri atas nama EL, pada mobil yang dikendarai oleh rekannya UR.

Petugas kemudian memerintahkan EL untuk mengeluarkan bungkusan tersebut dan meletakkannya diatas tanah dan kemudian meminta yang bersangkutan untuk membuka bungkusan tersebut yang turut disaksikan oleh ketua RT setempat.

Setelah dibuka, sambung Ekasurya, ternyata didalamnya terdapat empat bungkus yang diduga sabu dengan menggunakan kantong plastik berwarna hitam dan satu bungkus diduga sabu menggunakan kantong plastik berwarna merah.

Tersangka EL sempat menyangkal saat akan diamankan. Namun setelah ditemukannya barang bukti tersebut, dia mengakui bahwa barang tersebut merupakan narkoba.

Petugas kemudian melanjutkan penggeledahan badan terhadap kedua tersangka dan menemukan kembali satu paket kecil sabu yang disimpan disaku celana depan tersangka UR.

Tidak berlangsung lama, petugas kemudian langsung menuju kamar kos untuk melakukan penggeledahan di kamar kos dan menemukan satu buah paket kecil sabu yang disimpan oleh tersangka UR didalam mainan kecil bebentuk doraemon.

Petugas pun langsung menanyakan darimana EL mendapatkan sabu tersebut dan mereka menjawab bahwa sabu tersebut didapat dari seorang yang berada di Sanggau Ledo.

Mendapat informasi tersebut, petugas BNN kemudian melanjutkan pengembangan hingga ke Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang bersama kedua tersangka untuk menunjukkan lokasi.

Sebelumnya petugas juga berkoordinasi dengan Polsek Sanggau Ledo dan melakukan penyergapan terhadap tersangka lain atas nama YO.

“Pada saat penggeledahan tersebut, tim menemukan pil yang diduga merupakan ekstasi sebanyak tiga bungkus dengan jumlah kurang lebih 4.629 butir berbagai bentuk dan warna yang disembunyikan didalam gerobak motor cilok,” sambungnya.

Ketiga tersangka kemudian dibawa ke Pontianak untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diduga narkoba tersebut bersal dari negara Malaysia yang diselundupkan melalui jalur Jagoi Babang. (Noy)