Demi Melunasi Utang, Perempuan Ini Tega Jual Sepupunya ke Sang Suami untuk Disetubuhi

oleh
Pelaku saat diperiksa di Kejari Pontianak (29/3/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Diduga karena terlilit utang, seorang istri di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, SM, tega menjual sepupunya, W (16) yang berkewarganegaraan Malaysia, kepada pria hidung belang dengan harga Rp500 ribu.

Mirisnya, pria hidung belang berinisial AR itu, ternyata suami dari SM. Dua kali SM menjual sepupunya yang masih di bawah umur itu, uang yang didapat ia gunakan untuk melunasi utang-utangnya selama ini.

Terungkapnya kasus penjualan anak di bawah umur yang dilakukan SM kepada suaminya, ketika paman korban melaporkan kejadian tahun 2015 lalu itu kepada pihak kepolisian di Mapolresta Pontianak Kota, awal Februari 2018.

SM sendiri tega menjual sepupunya kepada suaminya, lantaran hendak membayar utang kepada orang lain. Kehidupan SM yang terbilang glamor, ditambah lagi dengan suaminya yang bekerja di salah satu BUMN di Kota Pontianak. Karena tergiur dengan kemolekan tubuh korban, suami SM pun melakukan persetubuhan terhadap korban yang saat itu masih berusia 13 tahun.

Akibat perbuatannya, pasangan suami istri (pasutri) ini pun harus berurusan dengan pihak Polresta Pontianak Kota, setelah paman korban melaporkan kejadian itu. Sementara korban sendiri sudah diserahkan kepada pihak Konsulat Malaysia di Pontianak.

Pada Kamis (29/3/18), kasus ini sudah diserahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Pontianak, karena sudah memasuki tahap dua.

“Kita sudah serahkan berkas perkara kepada pihak kejaksaan,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, Kompol Muhammad Husni Ramli.

Kasi Pidana Umum Kejari Pontianak, A.I Simamora mengatakan, berkas perkara kasus pasutri ini sudah dinyatakan lengkapan.

“Secepatnya kasus ini akan disidangkan,” tegasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, SM akan dikenakan Undang-undang Perdagangan Orang dengan ancaman lima tahun penjara. Sementara suaminya, AR, dikenakan Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman kurungan badan selama lima tahun penjara. (qrf)