48 Pekerja Migran Indonesia Dideportasi dari Malaysia

oleh -1.764 views
Petugas di Dinas Sosial Provinsi Kalbar mendata pekerja migran Indonesia yang dideportasi dari Malaysia, Jumat (27/4/2018) malam.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com Sebanyak 48 pekerja migran Indonesia (PMI), dideportasi dari negeri jiran Malaysia. Mereka dipulangkan melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Jumat (27/4/2018) petang.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak, Ahnas mengatakan 41 orang dari Depot Imigresen Semuja dan 7 orang dari KJRI Kuching yang dipulangkan, 23 orang merupakan warga Kalbar.

“Kemudian 25 dari luar Kalimantan Barat yang terdiri dari DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, kemudian Sulawesi Selatan, NTB dan NTT,” ujarnya kepada awak media di Pontianak, Jumat (27/4/2018) malam.

Deportasi 48 WNI dikarenakan dokumen kerja mereka yang tidak lengkap. Hal ini, terang Ahnas, lantaran minimnya pemahaman warga saat mereka akan bekerja ke luar negeri.

“Sehingga mereka terjadi masalah, serta mereka tidak memiliki kompetensi yang memadai terkait bekerja di luar negeri,” katanya.

Di samping itu, sambung dia, proses di dalam keberangkatan mereka masih menggunakan pola migrasi tradisional.

“Terutama ini yang terjadi di Kalimantan Barat. Migrasi tradisional itu adalah mereka yang turun temurun, sehingga kadang kala dia keluar negeri itu tidak sadar bahwa itu harus menggunakan dokumen yang memadai,” jelasnya.

“Nantinya ini yang akan kita ciptakan ke depan, agar mereka memahami prosedur, mekanisme dan persyaratan dokumen yang harus dipahami serta memiliki kompetensi yang memadai,” timpalnya.

Para pekerja bermasalah, tiba di Pontianak Jumat malam, sekitar pukul 23.20 WIB. Untuk sementara, mereka ditempatkan di Kantor Dinas Sosial Provinsi Kalbar. Selanjutnya, mereka didata identitas, pekerjaan dan masalah sehingga mereka dideportasi.

Ahnas menuturkan, pihaknya menawarkan kepada PMI untuk tetap bisa bekerja, akan tetapi di dalam negeri. BP3TKI telah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan untuk menerima TKI yang dideportasi.

“Kita nanti akan serahkan dulu ke Dinas Sosial, untuk selanjutnya dipulangkan ke daerah masing-masing. Sebenarnya kami melakukan kerja sama dengan perusahaan di dalam negeri terkait dengan penempatan mereka di dalam negeri khususnya pada bidang (pekerjaan) yang sama. Akan tetapi mungkin lihat animo. Karena animo dari PMI ataupun WNI yang lebih kepengen kembali ke daerah masing-masing,” pungkasnya. (qrf)