Diterpa Isu Tak Sedap Suami ‘Ngamar’, Ini Jawaban Istri Legislator Kalbar yang Terjaring Operasi Pekat

oleh -1.344 views
Ilustrasi.

PONTIANAK, KILAS KALBAR.com – Sempat diberitakan bahwa sang suami terjaring Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) oleh pihak kepolisian tengah berduaan dengan perempuan bukan muhrim di sebuah penginapan yang ada di Sekadau, Sabtu (19/5/2018), membuat istri dari anggota DPRD Kalbar Tanto Yakobus, Indri Handayani angkat bicara.

Saat ditemui awak media di Pontianak, Rabu (23/5/2018) malam, ia mengaku sedih. Sebab dari berita yang sudah tersebar, akhirnya memunculkan kesan negatif terhadap sang suami.

Kendati demikian, Indri tidak mudah percaya dengan apa yang telah diisukan kepada suaminya, ‘ngamar’ bersama wanita lain.

“Saya sudah paham dan tidak mudah percaya dengan berita seperti itu,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca juga: Operasi Pekat, Oknum Anggota DPRD Kalbar Kepergok di Kamar Penginapan

Ia menilai, apa yang telah diisukan kepada sang suami tidak lebih dari sebuah permainan politik, mungkin dari seseorang yang tidak senang dengan suaminya. Terlebih lagi menjelang Pemilu 2019, di mana hal-hal seperti itu biasa terjadi untuk menjatuhkan orang yang dianggap lawan politik. “Suami saya menjadi korban politik,” ucapnya.

Keyakinan Indri bahwa sang suami tidak mungkin melakukan perbuatan tersebut, karena Tanto dikenal sosok suami yang setia dan sayang dengan keluarga.

“Dari awal tidak percaya dengan berita miring pada suami saya, karena sayang dengan anak dengan keluarga. Aktivitas suami saya juga tahu, yang rutin melakukan kegiatan keluar kota,” terangnya.

Perempuan berkacamata ini mengungkapkan, sebelum menjadi anggota legislatif, suaminya sudah berpesan, hal-hal negatif yang dapat merusak rumah tangganya suatu saat bisa saja muncul, seperti yang terjadi saat ini.

Selain karena komitmen untuk selalu setia telah dibangun sedari awal saat janji sakral pernikahan diucapkan, Indri semakin yakin suaminya tidak mungkin berbuat amoral, karena sang suami menanggapi santai isu yang menerpanya.

Bagi Indri, dirinya sudah siap menerima berbagai cobaan sebagai istri dari legislator. Di mana ujian itu sewaktu-waktu bisa saja datang. Bak pepatah, semakin tinggi pohon, maka semakin kencang angin menerpanya. (qrf)