Kejari Sintang Tunggu Petunjuk Kejati soal Tuntutan Terdakwa Perdagangan Sisik Trenggiling di Nanga Pinoh

oleh -1.426 views
Tersangka dengan barang bukti sisik trenggiling saat diamankan oleh aparat. Ist

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sintang telah menyiapkan tuntutan terhadap dua terdakwa, Ps (25) dan Jn (27), atas perkara perdagangan sisik trenggiling yang saat ini masih disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Sintang.

Saat ditemui di sela kegiatan in house training peningkatan kapasitas penuntut umum dalam penanganan perkara tindak pidana satwa liar di Hotel Harris Pontianak, Senin (17/9/2018), Kasi Pidum Kejari Sintang Robinson Pardomuan mengatakan, pihaknya akan menuntut para dua terdakwa tersebut dengan tuntutan dua tahun hukuman penjara.

Ia menjelaskan, tuntutan tersebut telah disampaikan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar. Petunjuk dari Kejati itulah nanti yang akan disampaikan ke PN Sintang.

“Kita tuntut dua tahun. Sudah kita serahkan ke Kejati,” ungkapnya kepada kilaskalbar.com.

Di tempat yang sama, Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Kalbar, Sudarwidadi mengaku, pihaknya baru saja menerima usulan tuntutan dari Kejari Sintang.

Berkenaan itu, dalam waktu dekat Kejati akan memberikan petunjuk ke Kejari Sintang mengenai tuntutan terhadap terdakwa perkara perdagangan sisik trenggiling.

“Akan dilakukan penuntutan itu di pengadilan saat ini sedang kami pertimbangkan usulan Kajari. Memang kami nanti yang akan memberikan petunjuk mengenai berapa orang itu harus dituntut si terdakwa itu. Suratnya tadi baru masuk baru kita pelajari, dalam waktu dekat insyaallah kita berikan petunjuk ke pak Kajari Sintang,” terangnya.

Terkait apakah petunjuk tuntutan dari Kejati akan lebih tinggi dari yang diusulkan Kejari Sintang, Sudarwidadi belum mau mengungkapkan.

“Nanti dilihat di persidangan. Kita nggak boleh ngomong, nanti bocor dong,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Ps dan Jn ditangkap saat akan melakukan transaksi perdagangan sisik trenggiling di sebuah rumah makan di Jalan Raya Sintang-Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Selasa (22/5/2018) lalu, oleh Balai Gakkum Kalimantan, petugas SPORC bersama Korwas PPNS Ditreskumsus Polda Kalbar.

Rencananya, sisik trenggiling seberat 9,45 kilogram tersebut akan dijual ke seseorang yang sudah menunggu di Nanga Pinoh, namun berhasil kabur. Per kilogramnya, sisik trenggiling dijual dengan harga Rp3,2 juta. (qrf)