Polda Kalbar Resmi Tahan PNS Kayong Utara yang Sebut Bom Surabaya Rekayasa

oleh -2.241 views
FSA saat diperiksa oleh pihak kepolisian di Mapolres Kayong Utara, Minggu (13/5/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – FSA (37) seorang PNS yang menjabat sebagai kepala sekolah salah satu SMP di Kabupaten Kayong Utara resmi ditahan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar), Rabu (16/4/2018).

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo mengatakan, penahanan tersebut setelah pihak kepolisian melakukan pemeriksaan selama hampir sembilan jam terhadap tersangka pada Rabu malam.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, statusnya dinaikkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan,” ujar Nanang, Kamis (17/5/2018) siang.

Baca Juga :Sebarkan Ujaran Kebencian Terkait Bom Surabaya, PNS Kayong Utara Diamankan Polisi 

FSA ditetapkan sebagai tersangka karena membuat status di Facebook terkait peristiwa teror bom yang terjadi di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) yang lalu.

Dalam kasus tersebut, FSA menyebutkan jika peristiwa tersebut merupakan pengalihan isu 2019 ganti presiden.

Screenshot postingan akun Facebook FSA

Selain itu, FSA juga menyebutkan dana triliunan untuk program anti teror.

Diakhir komentarnya, FSA menggunakan istilah ‘bong‘ atau kecebong yang biasa disematkan kepada Presiden Joko Widodo maupun pendukungnya.

Terkait dengan postingan yang diunggahnya pada 13 Mei 2018 tersebut, pihak Polres Kayong Utara kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka.

Tangkapan layar (screen shot) postingan tersebut pun menyebar dan menjadi viral di media sosial.

Atas perbuatan tersebut, FSA dijerat dengan Pasal 45A Ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (Noy)