Pembalak Kayu di Hutan Lindung Gunung Bawang Bengkayang Ditangkap Petugas

oleh -1.438 views
Para pembalak liar di hutan lindung Gunung Bawang saat diamankan petugas SPORC Brigade Bekantan (ist)

BENGKAYANG, KILASKALBAR.com – Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Bekantan Seksi Wilayah III Pontianak Balai Gakkum LHK Kalimantan berkoordinasi dengan Korwas Ditkrimsus Polda Kalbar menggerebek industri pengolahan kayu milik PO Sinar Rejeki di Bengkayang, Kalimantan Barat, Jumat (13/4/2018).

Kepala Seksi Wilayah III Pontianak, Balai Gakkum Kalimantan David Muhammad mengungkapkan, dalam penggerebekan tersebut, penyidik menetapkan Pemilik PO Sinar Rejeki, ES alias AF (48) sebagai tersangka serta menyita sebanyak 512 batang kayu olahan ilegal.

Selain itu, sambung David, petugas juga menyita sejumlah peralatan, diantaranya satu unit mesin bandsaw, satu unit mesin pembujur, satu unit mesin ketam, satu unit mesin profil dan satu unit mesin lis.

Saat ini, barang bukti berupa kayu beserta mesin saat ini sudah dtitipkan di Rumah Penitipan Barang Sitaan (Rupbasan) Bengkayang.

“Pelaku saat ini juga sudah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Bengkayang,” kata David, Senin (16/4/2018).

Penggerebekan tersebut, jelas David, merupakan tindak lanjut dari kegiatan Operasi Pengamanan Kawasan Hutan Lindung (HL) Gunung Bawang diwilayah Kecamatan Sungai Betung, yang dilaksanakan oleh Tim SPORC pada hari Rabu (11/4/2018) yang lalu.

Dalam operasi tersebut, Tim SPORC bersama-sama Polhut KPH Bengkayang telah menangkap 5 orang pelaku pembalakan liar di hutan lindung Gunung Bawang.

Lima pelaku yang ditangkap tersebut diantaranya KS (43 th) DY (29 th), NS (41 th), LI (34 th), dan DN (43 th).

“Pelaku tertangkap tangan pada saat sedang menebang dan membelah pohon jenis Meranti, Keladan, dan Majau dengan menggunakan gergaji mesin (Chainsaw),” kata David.

Petugas juga menemukan beberapa pohon yang sudah dibelah-belah menjadi kayu olahan, serta pondok (bagan) kerja dan jalan rel untuk mengeluarkan kayu dari hutan.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap para pelaku didapat keterangan bahwa kayu-kayu hasil pembalakan liar HL Gunung Bawang dikirim atau dijual ke Singkawang dan Bengkayang,” ungkap David.

Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 83 Ayat (1) huruf b dan atau Pasal 87 Ayat (1) huruf b dan atau Pasal 87 Ayat (1) huruf c UU Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, plus denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar. (Noy)