Kepergok Berduaan di Kamar, Pria Pontianak Utara ini Bacok Selingkuhan Istrinya

oleh -9.726 views
Tersangka MS saat diamankan di Mapolsek Pontianak Utara

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – MS (28) kalap. Pria yang tinggal di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara ini membacok WH (25) yang diduga menjadi selingkuhan istrinya NM, Jumat (11/5/2018) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kepala Polsek Pontianak Utara, Kompol Ridho Hidayat mengungkapkan, peristiwa tersebut berawal ketika MS yang bekerja di Malaysia pulang ke Pontianak tanpa memberi tahu istrinya.

Sepeninggal MA bekerja di Malaysia, sang istri NM dan kedua anaknya tinggal di rumah orang tuanya di Jalan Khatulistiwa.

“Pelaku (MS) pulang pada Kamis (10/5/2018) malam sekitar pukul 22.00 WIB dari Malaysia tanpa sepengetahuan istrinya dan menginap dirumah abangnya,” ungkap Ridho, Jumat (11/5/2018) malam.

Kemudian pada Jumat pagi, sambung Ridho, pelaku pulang ke rumah mertuanya dengan maksud bertemu dengan istri dan anak-anaknya.

Namun pelaku tidak menemukan istrinya di rumah dan motor yang biasa digunakan oleh istrinya tidak ada di rumah.

“Sehingga pelaku memutuskan untuk kembali ke rumah abangnya,” jelas Ridho.

Namun di tengah perjalanan, tanpa sengaja pelaku melihat motor yang biasa digunakan oleh istrinya berada di rumah kontrakan yang terletak di lokasi kejadian.

Pelaku yang merasa curiga langsung kembali ke rumah abangnya dan mengambil sebilah pisau dan datang kembali kerumah kontrakan tersebut.

Parang yang digunakan pelaku

“Setibanya dirumah kontrakan tersebut, pelaku langsung masuk melalui pintu depan yang posisinya tidak terkunci dan memergoki korban dan istri pelaku tengah berduaan di dalam kamar,” kata Ridho.

Melihat keduanya di dalam kamar, pelaku yang merasa marah langsung membacokkan pisau yang dibawanya kearah korban.

Setelah kejadian tersebut pelaku langsung meninggalkan korban dan rumah kontrakan tersebut.

“Kemudian sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Pontianak Utara,” papar Ridho.

Sementara itu, berdasarkan keterangan ketua RT setempat, korban bersama istri pelaku sudah tinggal di rumah kontrakan tersebut selama kurang lebih tiga minggu.

Kemudian, sekitar seminggu yang lalu, mereka sempat datang kerumah Ketua RT dengan maksud melaporkan diri bahwa keduanya merupakan pasangan suami istri yang baru mengontrak di rumah kontrakan tersebut.

Saat itu Ketua RT meminta bukti berupa surat nikah, namun keduanya berdalih dengan mengatakan keduanya menikah di Jawa, di kampung halaman korban.

“Mereka mengaku buku nikah yang mereka miliki tertinggal di Jawa, sehingga Ketua RT tidak dapat membantu menguruskan surat nikah untuk keduanya,” ujar Ridho.

Atas peristiwa tersebut, korban mengalami luka luka di punggung dan kedua tangan. Sedangkan pelaku dan barang bukti berupa satu bilah pisau sudah diamankan di Polsek Pontianak Utara. (Noy)