Bawa Sabu Pesanan Tahanan Lapas Pontianak, Sepasang Suami Istri Ditangkap

oleh

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalbar mengamankan sepasang suami istri berinisial BS dan LN di teras Masjid AT Taqwa Balai Karangan, Kabupaten Sanggau karena diduga membawa narkoba jenis sabu, Jumat (6/4/2018) sekitar pukul 02.30 WIB.

Pelaksana Tugas Kepala BNN Provinsi Kalbar, Ekasurya Agus mengungkapkan,  penangkapan pasangan suami istri itu disaksikan langsung oleh petugas mesjid dan seorang warga yang tinggal didepan mesjid tersebut.

Dalam menjalankan aksinya, kedua suami istri ini menyamarkan narkoba yang dibawa  dalam kemasan teh hijau, yang kemudian dikemas dengan plastik berwarna silver dan dimasukkan kedalam kantong kresek hitam.

Saat didatangi petugas, kantong tersebut diletakkan diteras mesjid sekitar satu meter dari posisi mereka duduk.

Disaksikan petugas penjaga mesjid, petugas kemudian meminta BS untuk mengambil dan membuka isi kantong hitam yang berada disamping isterinya itu.

“Namun BN tidak mau mengambil dan membuka isi kantong hitam tersebut,” ujar Ekasurya, Selasa (10/4/2018) saat rilis di Kantor BNN.

Kemudian salah satu petugas mengambil dan membuka kantong tersebut dan mendapati benda diduga narkotika jenis sabu.

Setelah dilakukan interogasi, BS akhirnya  mengakui jika barang tersebut merupakan miliknya yang diperoleh dari JM yang tinggal di daerah Patoka, Entikong.

Berbekal informasi tersebut, BNN Kalbar kemudian berkoordinasi langsung dengan Kapolsek Entikong dan selanjutnya tim BNNP Kalbar bersama Kapolsek Entikong serta dua anggotanya melakukan penangkapan terhadap tiga tersangka lainnya, yaitu  JM, ST dan TR.

Dalam perannya, JM berperan sebagai sales penjualan sabu, ST kepala gudang penyimpanan shau, serta TR yang menerima perintah ST untuk memberikan shabu kepada BS.

Tidak sampai disitu, petugas kemudian mendapat keterangan dari JM bahwa sabu tersebut dipesan oleh HR yang merupakan warga binaan Lapas kelas IIA Pontianak.

HR merupakan terpidana kasus narkotika dengan hukuman penjara selama 10 tahun.

Dari hasil penangkapan tersebut BNNP juga berhasil mengamankan barang bukti uang tunai sejumlah Rp 186.600. (Noy)