Rumah Sakit Antonius Gratiskan Biaya Pengobatan Korban Jambret di Jalan Siam

oleh
Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono saat menjenguk korban di RS Antonius

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Rumah Sakit Umum Santo Antonius membebaskan biaya pengobatan terhadap Melinda (17), korban jambret yang terjadi di Jalan Siam, Pontianak, Sabtu (7/4/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan yatim piatu yang bekerja di sebuah warung bakso yang ada di Jalan Siam.

Direktur Utama RS Santo Antonius, Gede Sandjaya mengatakan bahwa usai peristiwa tersebut, dirinya mendapat telfon dari orang pasar yang mengatakan ada yang terluka akibat pembacokan.

Dalam sambungan telepon tersebut, Gede mendapatkan informasi bahwa korban mengeluarkan banyak darah dan sedang dirawat di ruang IGD Antonius.

Baca Juga : Kapolda Kalbar Jenguk Korban Jambret di Jalan Siam

“Kebetulan orang pasar yanh menelepon saya itu tau saya direktur disini,” ucap Gede, Senin siang.

Saat itu juga, sambung Gede, dirinya memutuskan untuk membantu korban dan melakukan pengecekan ke IGD yang sedang melakukan upaya penghentian pendarahan.

Setelah semua upaya penanganan berjalan dengan lancar, kemudian pada saat perawatan di ruangan korban membutuhkan banyak keperluan untuk pengobatan.

Sebelumnya, Gede juga sempat menerima informasi yang mengatakan bahwa korban berasal dari keluarga tidak mampu.

Baca Juga : Dibacok Jambret di Jalan Siam, Seorang Wanita Dilarikan ke Rumah Sakit

“Jadi bisa kita bisa bayangkan, seorang pekerja di warung bakso yang baru buka. Warung baksonya belum rame, jadi karena saya kenal dengan orang nelfon itu memang tidak berbohong, saya putuskan ini gratis semua,” kata Gede.

“Dia sebelumnya sudah bayar Rp 800 ribu nanti kita balikin,” sambungnya.

Kebijakan menggratiskan biaya tersebut, sebut Gede, atas keputusannya sendiri sebagai direktur di rumah sakit tersebut.

Sebagai salah satu rumah sakit tertua di Kalbar, RS Antonius menurutnya harus menitik beratkan keselamatan pasien.

“Sebelumnya korban sempat dua kali berpindah rumah sakit sebelum akhirnya dirawat di RS Antonius. Korban merupakan yatim piatu, yang tinggal bersama bibinya dan berusaha mencukupi kebutuhan dengan bekerja di warung bakso, sehingga memang perlu mendapat atensi dari kita semua,” ujarnya.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan pihak RS Antonius sudah memberikan pembebasan pengobatan bagi korban, sehingga tidak lagi menjadi beban bagi korban terkait biaya.

Baca Juga : Pelaku Jambret di Jalan Siam Terekam CCTV Saat Keluarkan Parang

“Karena mau biaya darimana lagi, gak ada biaya dia,” kata Didi.

Korban, menurut Didi, masih anak-anak berumur 17 tahun.

Korban berusaha mati-matian mempertahankan dompet dan handphone yang dimilikinya, karena hanya itu yang dia miliki.

“Sehingga korban bertahan tanpa memperhatikan keselamatan jiwanya sendiri,” jelas Didi. (Noy)