Ini Kronologi Pembunuhan di Kuala Mandor

oleh
Jani alias Abai pelaku pembunuhan di Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya saat melakukan rekonstruksi peristiwa di Mapolresta Pontianak (5/4/2018)

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Jani alias Abai, warga Mega Timur, Kabupaten Kubu Raya dibekuk tim Jatanras Polresta Pontianak karena diduga melakukan tindak pembunuhan terhadap Aang Komaidi saat berada di daerah Sukaraja, Kabupaten Ketapang, Kamis (15/3/2018) yang lalu.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli mengungkapkan, penangkapan Jani berawal dari penemuan kerangka manusia di Desa Sungai Enau, Dusun Jaya, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya pada 14 Maret 2018 yang lalu.

Identitas kerangka manusia itu terungkap berkat adanya laporan dari warga setempat yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya.

“Warga tersebut menyebutkan bahwa anggota keluarganya yang hilang atas nama Aang Komaidi alias Didi,” ujar Husni saat rekonstruksi pembunuhan di Mapolresta Pontianak, Kamis (5/4/2018).

Baca Juga : Pelaku Pembunuhan di Kuala Mandor Peragakan 22

Husni menambahkan, korban dikabarkan pihak keluarga tidak pulang ke rumahnya sejak 20 Februari 2018 yang lalu.

Setelah dicocokkan keterangan dari keluarga dengan barang milik pelaku yang ditemukan, mulai dari baju, sandal dan lainnya yang ditemukan di dekat kerangka manusia itu, sangat sesuai dengan yang dilaporkan.

Setelah mengetahui identitas korban, pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

“Baju yang ditemukan itu kita cek, ternyata ada lubang seperti bekas tusukan. Nah, bekas tusukan itu mengarah pada pembunuhan,” ungkap Husni.

Sejak 20 Februari 2018 sekitar pukul 14.00 WIB, korban diketahui pergi bersama Jani menggunakan sepeda motor milik korban.

Berdasarkan hasil penelusuran polisi, Janni saat itu diketahui berada di daerah Sukaraja, Kabupaten Ketapang.

“Pelaku berhasil ditangkap di terminal Sukaraja Ketapang,” jelas Husni.

Berdasarkan pengakuan, pelaku mengaku telah membunuh temannya tersebut menggunakan pisau dapur yang ditusukkan pada tubuh korban sebanyak tiga kali.

Pisau dapur tersebut memang telah disiapkan pelaku sejak dari rumahnya.

Sebelum kejadian, pelaku mengajak korbannya ke hutan dengan alasan untuk mencari tanaman kantong semar untuk dibuat obat.

Sebelum meninggalkan lokasi kejadian, pelaku terlebih dahulu memastikan bahwa korban benar-benar sudah meninggal.

“Pelaku sempat pulang ke rumahnya menggunakan sepeda motor korban yang kemudian kabur ke Ketapang melalui jalan darat dari Tayan,” kata Husni.

“Sebelumnya, pelaku juga membuang pisau tak jauh dari lokasi pembunuhan itu,” tambahnya.

Ketika ditangkap dan dibawa dari Ketapang ke Bandara Internasional Supadio Kubu Raya, pelaku kemudian dibawa untuk mencari barang bukti.

Namun, dalam perjalanan, pelaku berusaha melarikan diri. Polisi pun terpaksa menembak pada kakinya karena tembakan peringatan tak diindahkan. (Noy)