Sebarkan Fitnah, Kuasa Hukum Cornelis Laporkan Akun Facebook Ulfa Nilawati

oleh -2.247 views
Kuasa hukum Cornelis saat menggelar konferensi pers, Selasa (5/6/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Kuasa hukum Cornelis, Lipi Asmed dan Carlos Penadur dari kantor Martinus Ekok SH, MH, melaporkan akun Facebook yang diduga mengupload, membuat, mendistribusi bahkan mentransmisikan sebuah video dengan judul Cornelis Gubernur Kalbar menghina agama dan etnis tertentu.

Lipi menilai, video itu diduga diupload, dibuat, didistribusi bahkan ditransmisikan oleh akun Facebook bernama Ulfa Nilawati.

“Kami tim penasehat hukum Cornelis MH menjelaskan bahwa pertama kami telah membuat laporan di Polda Kalbar karena apa yang dibuat di Facebook itu tidak benar,” katanya saat menggelar pertemuan dengan awak media di Sekreteriat Karolin-Gidot, Jalan Tanjungpura Kota Pontianak, Selasa (5/6/2018).

Ia pun menegaskan jika dalam pidato Cornelis tersebut tidaklah ada kalimat yang menghina agama dan etnis tertentu.

“Kedua, dalam pidato Cornelis MH tidak ada kata dan atau kalimat yang menghina,” ujarnya.

Lipi pun berharap, dengan sempat viralnya video tersebut maka diharapkan agar seluruh elemen masyarakat tidak terpengaruh.

“Ketiga, pada seluruh masyarakat Kalbar untuk tidak terprovokasi dengan beredarnya Facebook tersebut,” harapnya.

Selain itu, ia pun menduga bahwa video tersebut diviralkan guna membuat gaduh suasana yang kondusif di Kalbar.

“Keempat, kami menduga kuat diviralkannya Facebook tersebut untuk membuat gaduh suasana yang sudah kondusif menjelang Pilkada di Kalbar,” katanya.

Ia pun mengatakan, jika pihaknya telah memasukan laporan namun masih bersifat pengaduan.

“Kita masukan laporan masih bersifat pengaduan. Video itu saat acara di Kapuas Palace pertemuan Temenggung se-Kalbar saat Gawai Dayak belum lama ini,” bebernya.

Kuasa hukum Gubernur Kalbar dua periode ini pun mengatakan, diduga pemilik akun tersebut melanggar pasal berlapis.

“Dugaan melanggar Pasal 27 ayat 3, pasal 28 junto pasal 45 UU 11 tahun 2008 yang diubah di UU 19 tahun 2016 ITE,” ujarnya.

Saat coba ditelusuri di media sosial Facebook, ternyata akun Ulfa Nilawati telah tidak dapat ditemukan dan kemungkinan telah ditutup sang pemilik akun. Rencananya, sore ini kuasa hukum akan melapor ke Polda Kalbar. (*/qrf)