Bhayangkari Polresta Pontianak Sosialisasikan Bahaya “Hoax” ke Anggotanya

oleh -1.612 views
Acara sosialisasi Anti Hoax anggota Bhayangkari Cabang Kota Pontianak, Sabtu (5/5/2018)

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Maraknya berita Hoax di kalangan pengguna media sosial membuat kekhawatiran bagi semua masyarakat yang tidak bijak dalam bermedsos.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Kota Pontianak Etty Sigid Haryadi pada acara sosialisasi Anti Hoax dihadapan anggota Bhayangkari se-Kota Pontianak, Sabtu (5/5/2018).

“Bhayangkari harus menjadi teladan pelopor anti hoax baik dilingkungan pergaulan maupun dilingkungan tempat tinggalnya,” ujar Etty, Sabtu (5/5/2018).

Dirinya juga mengimbau kepada Ibu Bhayangkari untuk mulai menyaring berita yang belum tentu kebenarannya, terutama kepada anak masing-masing, agar jangan sampai lepas kontrol terhadap mereka.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli yang hadir sebagai narasumber menjelaskan pada peserta sosialisasi terkait dengan Undang-undang ITE Nomor 19 Tahun 2016.

Dalam undang-undang tersebut, Husni menjelaskan bahwa menyebarluaskan berita bohong atau Hoax adalah melanggar undang-undang.

Hal tersebut sesuai dengan pasal 27 ayat 1 dan 2 Undang-Undang ITE Nomor 19 Tahun 2016.

“Didalam pasal tersebut jelas ancaman pidananya paling lama 6 tahun penjara dan denda paling banyak sebesar Rp 1 miliar, jadi ibu-ibu jangan dianggap main-main tentang menyebarkan hoax,” ujar Husni.

Husni juga mengingatkan bahwa sejauh ini ditemukan adalah ibu-ibu yang paling sering berhubungan dengan media sosial.

Seperti misalnya ibu-ibu yang belanja online menjadi korban penipuan olshop. Kemudian yang suka chating bisa jadi pelaku pencemaran nama baik atau hate spech.

“Ada lagi yang jadi korban penipuan arisan online, atau anak-anak kita jangan sampai jadi korban pemerasan dan penipuan dengan modus mencari pasangan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Husni juga memberikan tips bagaimana agar terhindar dari hukum yang berkaitan dengan hoax.

“Yang pertama kalau menerima berita dari medsos pastikan dulu kebenarannya jangan main sebarkan aja, yang kedua apakah berita itu bermanfaat, kalau tidak bermanfaat ya jangan disebarkan, tetapi kalau bermanfaat silahkan untuk disebarkan,” kata Husni.

”Hati-hati dalam bermedsos dan bijaklah menggunakan medsos,” imbau Husni. (Noy)