Frantinus Nirigi Bebas, Tak Dendam dengan Lion Air

oleh -3.385 views

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Frantinus Nirigi akhirnya bebas. Terpidana kasus candaan bom dalam pesawat Lion Air JT 687 ini, tuntas menjalani masa hukuman selama 5 bulan 10 hari di Rutan  Klas II B, Kabupaten Mempawah, Minggu (4/11/2018).

Masa hukuman dijalani Frans dipotong masa tahanan sejak ditahan dalam peristiwa yang terjadi di Bandara Internasional Supadio pada 28 Mei 2018 lalu.

Dia divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mempawah dan terbukti melakukan tindak pidana menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan.

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 437 Ayat 1 UU Rl No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dalam sidang putusan yang digelar pada 24 Oktober 2018.

Kepulangan Frans dijemput oleh pihak keluarga beserta kuasa hukumnya di Rutan Mempawah menuju Pontianak. Frans bersyukur akhirnya bisa menghirup udara bebas.

“Saya sangat bersyukur bisa bebas seperti ini dan ini merupakan berkat dari Tuhan,” katanya ditemui di kantor kuasa hukumnya.

Menurutnya, hal ini juga tak terlepas dari peran pengacara yang berjuang untuk membebaskannya.

“Dan saya akhirnya menghirup udara segar,” ujar Frans saat ditemui di kantor kuasa hukumnya, Minggu siang.

Frantinus Nirigi sempat mengajukan banding atas putusan majelis hakim. Memori banding sudah diajukan usai sidang putusan dilaksanakan.

Namun, sepekan setelah pengajuan itu, pihaknya membatalkan banding tersebut. Alasannya karenan keinginan kuat Frans untuk pulang ke Papua menemui keluarganya.

“Saya hanya ingin pulang menjumpai keluarga saya dan mereka juga menanti saya di Papua sana,” ungkapnya.

Meski demikian Frans tidak menaruh dendam terhadap proses hukum yang dia hadapi, termasuk pihak Lion Air yang menjebloskannya ke penjara. Frans memiliki untuk menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

“Saya tidak berhak untuk dendam kepada mereka (Lion Air), walaupan gara-gara mereka saya menjadi tumbal dan menjalani hukuman seperti ini,” katanya

“Biarlah Tuhan yang membalas orang-orang yang menghukum dan menzalimi saya, karena saya percaya karma dan karma akan menghampiri mereka satu-persatu,” sambung Frans. (*)

Frantinus Nirigi akhirnya bebas dari masa hukuman.