Diduga Menyebarkan Ujaran Kebencian, Legislator Singkawang Minta Polisi Proses Hukum Pemilik Akun Facebook Rudi Popo

oleh -1.798 views
Dido Sanjaya.

SINGKAWANG, KILASKALBAR.com – Anggota DPRD Kota Singkawang, Dido Sanjaya meminta pihak krpolisian agar segera memproses hukum dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian terhadap Akun Fecebook bernama Rudi Popo.

“Yang dilakukan terhadap akun Rudi Popo ini sudah berkali-kali melakukan ujaran kebencian terhadap umat muslim. Bukan kali ini saja,” ujarnya di Singkawang, Selasa (4/9/2018).

Ia mengatakan, selaku umat muslim, dirinya sangat prihatin terhadap perihal yang dilakukan oleh akun Facebook tersebut.

Diketahui, dalam postingannya Rudi Popo menulis status dengan memasang foto perempuan berkerudung, menulis kalimat yang merendahkan perempuan berkerudung tersebut.

“Padahal Popo ini mualaf. Kok bisa mengatakan umat muslim. Dan atas keprihatian saya ini, dalam waktu dekat akan melaporkan orang tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sejauh ini apa yang dilakukan Popo tersebut sudah masuk ke ranas persekusi. Namun belum ada tindak lanjut dari pihak kepolisian.

“Seharusnya dilaporkan tidak dilaporkan, pihak kepolisian seharusnya segera bertindak. Di mana sesuai UU ITE ini sudah termasuk delik persekusi,” paparnya.

Sambung Dido, dirinya telah melakukan pendampingan terhadap salah seorang warga untuk melakukan pelaporan terhadap Popo.

“Kita telah membuat laporan, namun kata pihak kepolisian pihak yang dirugikan untuk melapor agar memperkuat kepolisian dalam menyelidiki kasus tersebut. Dan polisi juga berharap dapat nenjaga kondusivitas di Kota Singkawang,” ungkapnya.

Politisi Partai Gerindra ini mengimbau kepada masyarakat terutama pengguna akun sosmed yang ada di Singkawang, untuk cerdas dalam menggunakan media sosial.

“Kita harap masyarakat Singkawang cerdas dalam bersosil media. Jangan menyinggung pihak lain, terutama ras suku dan agama yang dapat berpotensi memecah belah masyarakat suku agama dan ras,” pintanya.

Sementara itu, Kapolres Singkawang AKBP Raymond Marcelino Masehi menuturkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. (mizar)