Stephanus Paiman Nilai Sidang Perdana Candaan Dalam Pesawat Lion Air Janggal

oleh -1.064 views
Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) dan JPIC Kapusin, Bruder Stephanus Paiman (kanan), saat mengunjungi Frantinus Nirigi.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Proses sidang perdana pokok soal candaan dalam pesawat Lion Air yang diselenggarakan di Pengadilan Negeri (PN) Mempawah pada 9 Agustus 2018 dianggap terkesan terburu-buru. Pasalnya, sidang perkara pokok tersebut digelar ketika pihak Frantinus Nirigi (FN) mengajukan praperadilan di PN Pontianak.

Sidang perdana praperadilan tersebut dimulai pada 3 Agustus 2018 yang lalu. Namun, sidang tersebut hanya dihadiri oleh Kuasa Hukum FN selaku pemohon, tanpa dihadiri oleh pihak termohon yaitu Kepala Polresta Pontianak dan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Hakim Ketua PN Pontianak pun memutuskan untuk menunda persidangan. Sidang selanjutnya kembali digelar pada 10 Agustus 2018. Kali ini, sidang dihadiri oleh kuasa hukum masing-masing, baik pemohon maupun termohon.

Dalam sidang tersebut, pihak termohon yaitu dari pihak Kapolresta Pontianak, menyampaikan bahwa perkara pokok FN sudah disidangkan di PN Mempawah, tepat sehari sebelumnya, yaitu pada 9 Agustus 2018.

Hingga akhirnya majelis hakim PN Pontianak menggugurkan permohonan praperadilan tersebut.

Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) dan JPIC Kapusin, Bruder Stephanus Paiman yang diberi kuasa pihak keluarga untuk mendampingi dan memantau proses hukum FN menyebutkan, sidang perdana perkara tersebut penuh kejanggalan.

Baca juga: Pengacara Frantinus Nirigi Minta Saksi Pramugari Lion Air Dihadirkan

Berdasarkan cerita FN, sebut Stephanus, FN dijemput secara paksa oleh jaksa di Rutan Mempawah supaya hadir dalam sidang perdana tersebut. Padahal, FN sempat menolak untuk hadir di persidangan karena merasa tidak didampingi oleh kuasa hukumnya.

“FN terpaksa ikut karena diancam apabila tidak hadir dalam sidang, maka akan langsung diputuskan. Alasannya untuk proses hukum,” ujar Stephanus, Senin (3/9/2018).

Setibanya di ruang sidang, sambung, Stephanus, FN kemudian difoto dan ditanya apakah akan melanjutkan sidang atau ditunda.

“FN menolak untuk melanjutkan sidang karena tidak didampingi pengacara. Nah, foto kehadiran FN di ruang sidang itu lah yang kemudian dijadikan bukti bahwa sidang perkara pokok di PN Mempawah sudah dilakukan untuk menggugurkan upaya pengajuan praperadilan di PN Pontianak,” ungkap Stepanus. (noy)