Januari 25, 2026

Disdikbud Kalbar Dorong Kolaborasi SMK dan Dunia Industri untuk Tingkatkan Daya Saing Lulusan

WhatsApp Image 2025-06-04 at 02.16.11

KATAKALBAR – Pendidikan vokasi di Kalimantan Barat memasuki babak baru. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalbar kini fokus memperkuat kolaborasi antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dunia industri sebagai langkah strategis menekan angka pengangguran serta meningkatkan daya saing lulusan di pasar global.

Kepala Disdikbud Kalbar, Rita Hastarita, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Provinsi Kalbar yang digelar di Bengkayang.

“Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, rakor ini kami harapkan menjadi momentum penting dalam mendorong pendidikan vokasi menjadi lebih progresif dan berdampak luas bagi pembangunan Kalimantan Barat,” ujar Rita.

Peluang Besar, Tapi Tantangan Masih Tinggi

Dalam forum yang dihadiri para kepala SMK se-Kalbar itu, Rita menyoroti realitas ironis dunia pendidikan vokasi di Indonesia: peluang kerja melimpah, tetapi sulit diisi oleh lulusan SMK.

“Saat ini ada lebih dari satu juta lowongan kerja di pasar internasional dengan 700 jenis profesi yang bisa diisi oleh lulusan SMK. Namun sayangnya, mereka justru menempati posisi tertinggi dalam angka pengangguran terbuka,” tegasnya.

Menurut Rita, hambatan terbesar terletak pada rendahnya penguasaan bahasa asing seperti Inggris dan Mandarin, serta minimnya kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri global.

Ia mencontohkan perusahaan asal Tiongkok yang membuka peluang kerja dengan gaji hingga Rp15 juta per bulan, namun belum dapat diisi karena keterbatasan kemampuan bahasa dan keterampilan teknis para lulusan.

“Ini peluang besar yang harus kita kejar. Tapi kemitraan dengan industri tidak boleh hanya sebatas MoU. Harus ada aksi nyata: sinkronisasi kurikulum, magang berkualitas, dan transfer pengetahuan langsung dari dunia kerja,” ujarnya.

Dukungan dari Pemerintah Daerah Bengkayang

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, yang turut hadir dalam rakor tersebut, menyambut baik kegiatan ini dan menyebutnya sebagai langkah penting memperkuat ekosistem pendidikan vokasi di Kalbar.

“Dengan tema ‘Penguatan Eksistensi MKKS SMK dalam Mendukung Peningkatan Kualitas Pendidikan Vokasi di Kalbar’, forum ini menjadi katalisator perubahan. Kita butuh sistem pendidikan vokasi yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing,” ungkap Darwis.

Ia menekankan pentingnya jejaring antar-SMK, optimalisasi teaching factory, serta link and match yang lebih konkret antara sekolah dan industri. Menurutnya, hal ini sejalan dengan misi daerah untuk mencetak SDM unggul, berakhlak, dan berbudaya.

“Penguatan pendidikan vokasi adalah bagian integral dari strategi pembangunan daerah. Kita ingin Bengkayang menjadi tuan rumah inspirasi bagi transformasi pendidikan vokasi di Kalbar,” tambahnya.

Menuju Generasi Siap Kerja dan Kompeten Secara Global

Rakor MKKS SMK Provinsi Kalbar di Bengkayang menjadi bukti komitmen bersama antara pemerintah, sekolah, dan industri dalam menghadapi tantangan global.

Dengan dukungan lintas sektor, Kalimantan Barat menegaskan kesiapannya mencetak generasi muda yang tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga unggul dalam kompetensi global.

“Pendidikan vokasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” tutup Rita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *