Aksi Solidaritas untuk Frantinus Nirigi, BEM Fisip Untan Minta Kemenhub Investigasi Bomb Joke Lion Air

oleh -2.115 views
Ratusan mahasiswa Fisip Untan menggelar aksi solidaritas untuk Frantinus Nirigi di Bundaran Digulis, Pontianak, Kamis (31/5/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, menggelar aksi solidaritas untuk Frantinus Nirigi yang terjerat hukum kasus bomb joke pesawat maskapai Lion Air beberapa waktu lalu di Bandara Supadio.

Aksi yang melibatkan ratusan mahasiswa ini digelar di Bundaran Digulis Untan, Pontianak, Kamis (31/5/2018) sore.

BEM Fisip menilai kasus bomb joke yang menyeret Frantinus hingga ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyebarkan isu adanya bom di dalam pesawat, tidak lebih sebagai bentuk arogansi dari pihak maskapai.

Melalui Ketua BEM, Adi Afrianto, BEM Fisip Untan menyatakan sikap sebagai berikut. Pertama, meminta kepada pihak Kementerian Perhubungan untuk melakukan investigasi independen secara menyeluruh tentang peristiwa dugaan bomb joke oleh Frantinus Nirigi, serta mewajibkan pihak tersebut mengumumkan hasil investigasi mereka di publik, secepat-cepatnya.

Kedua, meminta secara tegas pihak Lion Air untuk bertanggungjawab sepenuhnya atas peristiwa kepanikan yang terjadi di atas pesawat hingga muncul jatuh korban.

“Menurut sejumlah sumber yang tepercaya, insiden kepanikan yang mengakibatkan sejumlah penumpang terluka dan dirawat adalah disebabkan lemahnya pengendalian petugas di dalam pesawat saat melakukan evakuasi serta penanganannya,” kata Adi.

Ketiga, mendesak kepolisian dan pejabat berwenang melakukan pemeriksaan mendalam, khususnya kepada para petugas di dalam pesawat seperti pramugari dan pilot yang telah mengambil tindakan evakuasi yang berakibat kepanikan penumpang.

“Karena berdasarkan keterangan hampir semua media, barang bawaan saudara kami Frantinus Nirigi telah diperiksa dan dikembalikan ke dalam pesawat,” terangnya.

“Keempat, kami meyakini saudara Frantinus Nirigi tidak pernah melakukan teriakan bom di dalam pesawat. Insiden kepanikan penumpang yang terjadi setelahnya adalah kekeliruan petugas di dalam pesawat saat menjalankan SOP,” timpal Adi. (qrf)