BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak Perkenalkan 4 Program Jaminan Sosial

oleh -1.884 views
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak, Adi Hendrata.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Pontianak memperkenalkan empat program jaminan sosial, Rabu (29/8/2018) malam.

“Ada jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan kematian, dan jaminan pensiun,” sebut Adi Hendrata, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pontianak, saat media gathering di Cielo Cafe Harris Hotel Pontianak.

Ia menjelaskan, untuk jaminan kecelakaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan mempunyai fasilitas Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK).

“Di situ pekerja kalau yang terjadi kecelakaan kerja itu tidak mengeluarkan uang lagi. Jadi langsung bisa dicover atau dijaminkam oleh BPJS Ketenagakerjaan. Jadi langsung datang ke rumas sakit yang kerjasama, kemudian dirawat, kemudian diobati sampai sembuh, keluar, tandatangan udah BPJS Ketenagakerjaan yang bayar. Jadi tidak ada biaya yang dikeluarkan sama sekali,” katanya.

Selanjutnya return to work (RTW). RTW merupakan pertambahan manfaat dari Program BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang diwujudkan dalam bentuk pendampingan bagi peserta yang mengalami musibah kecelakaan kerja yang mengakibatkan cacat atau berpotensi cacat.

“Apabila tenaga kerja mengalami kecelakaan kerja terus kemudian sehingg dia mengakibatkan dia cacat, nah BPJS Ketenagakerjaan ini akan melatih dia kembali bekerja di tempat usaha atau tempat kegiatan usaha yang lain, kita latih sampai bisa, biayanya kita biayai. Kemudian nanti kalau setelah selesai dia dapat bekerja kembali,” jelasnya.

Untuk proses klaim, terkait jaminan hari tua, jika persyaratannya lengkap, service level agreement (SLA)-nya paling lama dibayar lima hari. Untuk jaminan kematian, berkas lengkap paling lama tiga hari. Sedangkan untum jaminan kecelakaan paling lama tujuh hari.

“Jadi di kami itu SLA di kami tidak boleh lebih dari itu. Jadi sudah ada ketentuan dan ukurannya bahwa prosesnya itu tidak lebih dari tujuh hari,” terang Hendrata.

Berikutnya, kata Hendrata, program perumahan. Program ini yaitu pinjaman uang muka rumah.

“Ada KPR, ada renovasi, ada kredit konstruksi. Ini semua untuk pekerja di Indonesi,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, keempat program tersebut telah digulirkan sejak 1977. Setiap tahunnya, apabila perlu pengembangan, maka pemerintah akan melakukan perubahan atau penambahan manfaat.

“Untuk perubahan manfaat dan sebagainya itu setiap tahun kalau umpamanya ada perubahan dari pemerintah pasti akan diupdate,” ujar Hendrata.

Di samping empat program tersebut, Hendrata juga menyampaikan berkenaan dengan informasi yang tersebar di masyarakat melalui media sosial atau pesan singkat (SMS) yang mengatasnamakan BPJS.

“Belakangan inikan memang sering ada berita-berita hoaks kayak BPJS Ketenagakerjaan memberikan 21 juta, terus kemudian ada menerima tenaga kerja dengan membayar sekian uang atau materi. Nah itu semuanya beritanya hoaks. Jadi kalau untuk memastikan bahwa berita-berita yang beredar itu benar atau tidak, bisa menghubungi BPJS Ketenagakerjaan langsung. Atau menghubungi atau mengunjungi website kami atau ke kontak center kami di 1500910,” tuturya. (qrf)