Peran Serta Media Dalam Pilkada, AJI Pontianak Ingatkan Jurnalis Independen

oleh -1.792 views
Ketua AJI Pontianak, Dian Lestari, saat menggelar konferensi pers di Hotel Mercure, Pontianak, Sabtu (30/6/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Pilkada serentak di Kalimantan Barat berlangsung aman, lancar, damai dan demokratis, baik itu Pilgub maupun Pilbub dan Pilwako. Masyarakat juga kian tertib dan partisipatif dalam pemungutan suara. Hal ini menunjukkan masyarakat di Bumi Khatulistiwa kian matang dalam berdemokrasi.

Pasca pemilihan, proses perhitungan perolehan suara segera dilakukan oleh KPU yang juga diawasi Bawaslu beserta jajaran. Menjaga situasi politik agar tetap kondusif menjadi tanggungjawab semua pihak, sebagai cerminan kedewasaan dalam berpolitik.

Berkenaan dengan hal itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak mengajak semua pihak untuk menunggu proses rekapitulasi yang tengah diselenggarakan KPU Provinsi maupun kabupaten/kota.

Ketua AJI Pontianak, Dian Lestari, pada acara workshop “Meliput Keberagaman di Tahun Politik” yang diselenggarakan AJI Pontianak-Sejuk-Norwegian Embassy, menyampaikan agar seluruh peserta Pilkada, parpol pendukung dan pengusung serta masyarakat pendukung tetap menjaga stabilitas daerah.

“AJI Pontianak kembali mengingatkan seluruh jurnalis yang meliput pelaksanaan Pilkada tetap bersikap independen dan non partisan, sebagaimana amanat UU Pers No 40 Tahun 1999 dan Surat Edaran Dewan Pers Nomor 01/SE-DP/2018 Tentang Posisi Media dan Imparsialitas Jurnaslis Dalam Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019,” ujarnya di Hotel Mercure, Pontianak, Sabtu (30/6/2018).

Selain itu, AJI Pontianak mengingat seluruh jurnalis agar tidak menjadikan medsos sebagai sumber utama berita, mengingat medsos acapkali menjadi sarana penyebaran berita-berita hoaks/kabar bohong.

AJI Pontianak juga mengapresiasi kerja keras pihak keamanan baik Polri dan TNI serta instasi terkait lainnya dalam menjaga keamanan selama tahapan hingga saat ini.

“AJI Pontianak meminta aparat mengambil tindakan tegas terhadap segala aksi massa yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban, sehingga berdampak terhadap kondusifitas daerah,” tegas Dian yang juga merupakan Koordinator Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (Sejuk) Kalbar ini. (*/qrf)