AIMI Kalbar Terima Pengaduan Dugaan Promosi Susu tidak Etis

oleh -1.615 views
Ketua AIMI Kalbar Aditya Galih.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Kalimantan Barat, menerima pengaduan dari masyarakat jika terjadi dugaan pelanggaran promosi susu yang tidak etis di fasilitas kesehatan saat ibu melahirkan.

“Dugaan pelanggaraan ini antara lain seperti pernah melihat praktik penjualan atau melihat iklan susu formula yang tidak etis, ataupun bayi yang baru lahir diberikan susu formula tanpa persetujuan keluarga, ataupun ibu pasca melahirkan mendapatkan sample susu formula gratis. Hal ini bisa dilaporkan,” ungkap Ketua AIMI Kalbar Aditya Galih.

Ia mengatakan, hal ini sesuai dengan Pasal 128 Undang-Undang No.39/2009 tentang kesehatan. Dimana, setiap bayi yang baru dilahirkan berhak mendapatkan ASI eksklusif sejak dilahirkan selama enam bulan kecuali atas indikasi medis.

“Kemudian, selama pemberian ASI, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus,” terangnya.

Bukan itu saja, lanjutnya, fasilitas khusus yang dimaksudkan itu pun sudah dijelaskan dalam Undang-Undang No.22 tahun 2002 tentang Perindungan Anak. Dimana, negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggungjawab memberikan dukungan sarana dan prasarana salah satunya yakni ruang menyusui.

“Nah, dari sinilah kami AIMI Kalbar berharap pengaduan yang masuk dapat mengimplementasikan undang-undang yang sudah ada. Dan ibu-ibu hamil dan menyusui diluar sana sadar bahwa kita dilindungi untuk memberikan ASI. Jadi jangan ragu untuk melaporkan jika ada dugaan pelanggaran,” ungkap Ditya.

Ibu satu anak ini menambahkan, pengaduan dapat dilakukan dengan mengirimkan foto bukti promosi atau oleh oleh susu formula ke advokasi.aimikalbar@gmail.com dengan menyertakan tanggal kelahiran dan nama fasilitas kesehatan. “Semua laporan yang masuk, akan kami jaga kerahasiaannya,” kata Ditya.

Pembukaan pengaduan ini, menurutnya, berdasarkan pantauan AIMI di beberapa daerah yang ada di Indonesia. Maraknya iklan penjualan susu formula dan pemberian susu formula tanpa ijin dibeberapa daerah menjadi contoh untuk diterapkan di Kalbar, khususnya Kota Pontianak sebagai wilayah ibukota.

“Kami sangat berharap, apa yang kami lakukan ini dapat meningkatkan kesadaran ibu-ibu dan dapat meningkatkan pula angka menyusui di wilayah Kota Pontianak,” tutupnya. (*/qrf)