Giliran Dua Calon Anggota KPU Sekadau Dilaporkan Warga

oleh -2.579 views
Foto DS (1) diduga bersama tim sukses paslon tengah ngopi bareng. (Ist)

SEKADAU, KILASKALBAR.com – Pengaduan masyarakat terhadap calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten, kembali terjadi. Dua calon anggota KPU Kabupaten Sekadau periode 2018-2023, berinisial DS dan GR yang dilaporkan.

Sebelumnya, pengaduan juga dilakukan pengurus parpol dan pengurus ada di Bengkayang, atas adanya dugaan salah satu calon anggota KPU setempat yang tidak netral.

Melalui surat pernyataannya, Syahrul Gunawan berkeberatan pada dua calon anggota tersebut. Pasalnya, DS yang merupakan salah satu komisioner KPU setempat yang ikut mencalonkan diri di KPU Kabupaten Sekadau periode mendatang, terindikasi tidak netral. Dalam foto yang ditunjukkan Syahrul, DS berfoto bersama sejumlah warga dengan mengacungkan jari yang menyimbolkan salah satu paslon dalam Pilgub.

Baca juga: Calon Anggota KPU Bengkayang Dilaporkan Terindikasi Tidak Netral

“Yang bersangkutan diketahui menjadi perbincangan masyarakat Sekadau setelah munculnya foto yang bersangkutan dalam sebuah grup Whatsapp, sedang mengobrol intensif dengan salah seorang ASN dan beberapa orang Tim Sukses salah satu pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat,” katanya, Jumat (28/4/2018).

“Dalam foto tersebut, terlihat ASN dan Tim Sukses mengacungkan jari yang mengindikasikan dukungannya terhadap salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, bersama dengan Tim Pasangan Calon,” timpalnya.

Baca juga: Panwaslu Terima Laporan Indikasi Calon Anggota KPU Bengkayang Tidak Netral ku

Syahrul mengatakan, dalam sebuah pemberitaan, KPU RI melarang anggota KPU di semua tingkatan untuk mengadakan pertemuan, bahkan sekadar ngopi bareng, dengan pasangan calon atau tim paslon.

Sementara GR, Syahrul menjelaskan, secara jelas dan eksplisit, yang bersangkutan terdaftar sebagai pengurus Partai Golkar Kabupaten Sekadau Periode 2010-2015.

“Artinya, pada saat yang bersangkutan mendaftar sebagai anggota KPU Kabupaten Sekadau, yang bersangkutan belum genap Lim tahun minimal berhenti menjadi anggota partai politik. Hal ini jelas melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam undang-undang,” katanya.

“Ditambah lagi secara eksplisit, sampai bulan Februari 2018, yang bersangkutan juga masih aktif mengkampanyekan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur,” imbuh dia.

Syahrul menegaskan, atas temuannya itu, dirinya menyatakan hasil seleksi tim seleksi tersebut cacat hukum.

“Yang bersangkutan tidak layak menjadi calon anggota KPU Kabupaten Sekadau periode 2018-2023,” ucapnya.

Surat pernyataan tertanggal 26 April 2018 tersebut, Syahrul layangkan ke Tim seleksi KPU Kabupaten/Kota Provinsi Kalbar (zona 1 Kabupaten Sekadau), KPU Provinsi Kalimantan Barat, dan KPU RI.

“Saya juga menyampaikan tembusan surat keberatan ini kepada Bawaslu RI, DKPP RI, dan media,” ungkapnya. (qrf)