Gubernur Kalbar Buka Konferensi Antarbangsa Islam Borneo

oleh -1.506 views
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji membuka kegiatan Konferensi Antar Bangsa Islam Borneo (KAIB) XI di Hotel Ibis Pontianak, Senin (24/9/2018) malam.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji membuka kegiatan Konferensi Antar Bangsa Islam Borneo (KAIB) XI di Hotel Ibis Pontianak, Senin (24/9/2018) malam.

Dalam Kegiatan KAIB XI itu mengusunh tema “Islam Dalam Ledakan Era Digital di Borneo”, di mana ratusan peserta yang berasal dari Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam turut hadir dalam Welcoming Dinner dan Opening Ceremony tersebut.

Sutarmidji mengatakan, pentingnya menunjukan identitas keislaman yang rahmatan lilalamin yang tidak mendiskreditkan agama maupun suku.

“Dalam Islam sendiri sudah jelas dikatakan bahwa urusan keagamaan menjadi tanggung jawab masing-masing pemeluk agama. Sesuai dengan pada Alquran Surah Al-Kafirun yang artinya bagimu agamamu, dan bagiku agamaku,” ujarnya.

Dalam Islam juga dikatakan perbedaan suku tidak untuk berpecah belah, melainkan untuk saling mengenal satu sama lainnya.

Lanjut dia, di masa Rasulullah bahwa Kota Madinah merupakan gambaran ideal bangsa yang dihendaki oleh ajaran Islam. Karena masyarakat Madinah dibangun dengan pondasi yang kokoh berlandaskan tauhid, toleransi dan kesalehan sosial.

“Konstitusi Madinah merupakan satu bukti bahwa Islam sangat menghormati dan menghargai agama dan suku yang berbeda,” jelasnya.

Kegiatan Konferensi Antar Bangsa Islam Borneo bekerjasama antara IAIN Pontianak dengan UiTM Sabah (Malaysia), Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA, Brunei Darussalam), Kolej Universitas Perguruan Agama Seri Bengawan (KUPUSB, Brunei Darussalam), Universitas Mulawarman (UNMUL) dan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM), yang dilaksanakan selama tiga yang dimulai tanggal 24-26 September 2018 itu, Gubenur Kallbar juga memperkenalkan keindahan dan kekayaan alam Kalimantan Barat kepada para peserta konferensi yang berasal dari mancanegara.

“Kalbar merupakan daerah yang pontensi dan dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, seperti Kalbar dilalui garis Khatulistiwa jadi tidak perlu keliling dunia lagi, cukup kaki kita berada di sebelah utara dan selatan di tugu Khatulistiwa kita sudah keliling dunia,” tuturnya. (*)