Lagu Syubbanul Wathon Karya KH Wahab Chasbullah Menggema di Kampus IAIN Pontianak

oleh -2.005 views
Peserta PBAK IAIN Pontianak saat menyanyikan lagi Syubbanul Wathon.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Lagu Syubbanul Wathon karya KH Wahab Chasbullah menggema pada acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, di gedung olahraga kampus, Senin (27/8/2018).

Ribuan mahasiswa dan civitas akademika dengan bendera merah putih di tangan, tampak bersemangat menyanyikan lagu yang memiliki arti pemuda tanah air tersebut. Syubbanul Wathon merupakan lagu yang biasa dinyanyikan oleh kalangan warga nahdliyin.

Lagu Syubbanul Wathon pertama kalinya dinyanyikan di kampus Islam negeri terbesar di Kalbar ini. Dengan digemakannya lagu kebangsaan berlirik Arab-Indonesia tersebut, menunjukkan semangat keberislaman yang dibingkai dengan nasionalisme dan cinta tanah air kembali bergelora di Kampus IAIN.

Hal tersebut disambut positif oleh Muhammad Viki Riandi, salah satu mahasiswa baru yang ikut kegiatan PBAK. Menurut mahasiswa Jurusan Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak ini, lagu Syubbanul Wathon memberikan semangat dan mengingatkan kepada para mahasiswa tengang nasionalisme.

“Inisiatif ini sangat bagus, karena memang mahasiswa baru perlu diingatkan kembali akan pentingnya semangat nasionalisme bagi integrasi bangsa ini. Biar bagaimanapun, mahasiswa dalam aktivitasnya nanti akan dihadapkan dengan berbagai macam pemikiran dan gerakan baik yang bersifat konstruktif maupun destruktif bagi kesatuan dan persatuan NKRI. Saya juga menilai pemilihan lagu Syubbanul Wathon ini sangat relevan dengan tujuan PBAK sesuai arahan Diktis Kemenag yang ingin semangat nasionalisme hidup di kampus dan dapat menghalau gerakan radikalisme,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Tiara Sari, Ketua Komisariat PMII IAIN Pontianak juga menyambut baik pihak panitia PBAK yang memasukkan lagu Syubbanul Wathan dalam agenda tersebut.

“Tidak dapat dipungkiri, banyak mahasiswa hari ini terjebak pada aliran radikalisme yang merongrong keutuhan NKRI. Oleh karena itu, peran kita mahasiswa khususnya panitia PBAK mengajak seluruh mahasiswa baru untuk memfilter aliran-aliran yang menjerumuskan ke radikalisme, serta tidak lupa pula mengajak seluruh mahasiswa baru untuk menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI mulai dari hal kecil dengan menyanyikan lagu Syubbanul Wathon yang memiliki makna besar untuk menjaga NKRI,” katanya.

PBAK 2018 sendiri merupakan agenda rutin yang diselenggarakan IAIN Pontianak sebagai wadah orientasi bagi mahasiswa. Tahun ini PBAK diikuti sebanyak 1.768 mahasiswa baru. Kegiatan mulai 27 Agustus-1 September 2018.

Calon mahasiswa yang menjadi peserta PBAK yaitu dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) berjumlah 666 peserta, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) berjumlah 649 perserta, sedangkan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) berjumlah 453 peserta.

Jumlah tersebut dari jalur SPAN-PTKIN sebanyak 541 peserta, UM-PTKIN sebanyak 393 peserta dan SPMB sebanyak 834.

PBAK kali ini dibuka secara langsung oleh Rektor IAIN Pontianak, Dr. Syarif, MA dan dihadiri seluruh civitas akademika IAIN Pontianak. (*/qrf)