Kapasitas Shelter Terbatas, Dinsos Tampung TKI Bermasalah dari Malaysia di Garasi

oleh -1.692 views
TKI antre untuk didata oleh pihak Dinsos Provinsi Kalbar, Minggu (27/5/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Besarnya jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Malaysia, Minggu (27/5/2018) malam, membuat pihak Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalbar kewalahan untuk menampung para TKI.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinsos Provinsi Kalbar, Yuliana Marheni, saat meninjau kedatangan 118 TKI di kantornya.

“Kami menerima deportasi 118 TKI yang dari Malaysia. Cuman agak berlebih, overdosis. Jadi tempat penampungan kami itu sebenarnya tidak cukup,” ujarnya di Kantor Dinsos Provinsi Kalbar, Pontianak.

Karena tempat penampungan yang sangat terbatas, pihak Dinsos akan memanfaatkan ruangan garasi untuk dijadikan tempat menginap. Para TKI yang dideportasi, ada dari ibu-ibu yang membawa anaknya. Lima anak masih berusia balita.

“Jadi akhirnya kami di garasi itu ada untuk selebihnya. Karena di shelter itu kan hanya mampu menampung sekitar 50 orang. Itu pun ada bedanya, ada perempuan laki-laki. Inikan ada anak-anak juga gitu. Mungkin nanti kami pisahkan laki-laki di luar saja. Soalnya ini melebihi kapasitas,” terangnya.

TKI ditampung di Dinsos hingga jadwal mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Dari 188 TKI, 45 orang diketahui berasal dari Sulawesi Selatan. Sisanya dari Kalbar dan beberapa provinsi lainnya.

Baca juga: Malaysia Kembali Deportasi 118 TKI Bermasalah asal Indonesia

“Mereka akan dipulangkan lewat kapal. Biasanya setiap hari Sabtu. Tapi katanya saya dengar satu kapal sedang rusak, masih nunggu kapal yang satu. Mungkin ada seminggu kali,” kata Marheni.

Selain dipulangkan, Marheni mengatakan, pihaknya melakukan pembinaan kepada TKI bermasalah. Di antaranya dengan menawarkan mereka untuk kembali bekerja di sejumlah perusahaan yang ada di Kalbar.

“Ada sebenarnya di perkebunan kelapa sawit yang di Putussibau itu. Tapi kadang dari seratusan ini bisa dihitung pakai jari kadang bisa satu atau dua. Cuman hari ini kami belum mendata secara lengkap ada berapa orang dari 118 yang mau ikut bekerja di yang kita sudah ada kerjasama dengan perusahaan,” jelasnya.

Sejak Januari hingga Minggu (27/5/2018) malam, Dinsos Provinsi Kalbar telah memulangkan 900 lebih TKI bermasalah yang dideportasi. Sementara TKI yang mau bekerja, jumlahnya cukup sedikit.

“Yang kemarin cuma ada berapa, tiga orang. Tapi nggak tahu yang (118 TKI) ini belum terdata,” pungkasnya.

Marheni menuturkan, dirinya sudah menyampaikan ke pihak Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Kuching agar kedepan pemulangan TKI bermasalah tidak lagi dalam jumlah besar. Karena shelter di Dinsos hanya bisa menampung sekitar 50 orang.

“Sebenarnya kami sudah menyampaikan juga ke Konjen Kuching ya, kalau mau deportasi jangan sampai yang ratusan seperti begini. Tadi kami juga kaget kok 118 orang, sementara tempat penampungan kami tidak bisa menampung sampai sebanyak itu,” tukasnya. (qrf)