Jaga Perbatasan, Pangdam XII Tanjungpura Prioritaskan Gagalkan Penyelundupan dan Terorisme

oleh -1.745 views
Prajurit dari Yonif 320/Badak Putih saat berada di Makodam XII/Tanjungpura

KUBU RAYA, KILASKALBAR.com – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi mengatakan, wilayah disepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia rawan akan penyelundupan.

Menyikapi kondisi tersebut, prajurit TNI AD yang bertugas di perbatasan juga diperintahkan untuk mencegah segala macam bentuk penyelundupan tersebut.

“Wilayah perbatasan (saat ini) sedang marak penyelundupan. Disamping tugas utama menjaga kedaulatan, juga harus mencegah aksi penyelundupan di sepanjang wilayah perbatasan,” ujar Achmad Supriyadi saat menerima prajurit Yonif 320/Badak Putih di Makodam, Minggu (27/5/2018) sore.

“Segala macam bentuk penyelundupan itu harus digagalkan, khususnya yang berkaitan dengan narkoba dan juga terorisme,” tambahnya.

Perbatasan di wilayah Kalimantan Barat, sebut Pangdam terbagi atas sektor barat dan sektor timur.

Untuk saat ini di wilayah sektor barat tugas pengamanan perbatasan dijaga oleh  Batalyon Infanteri (Yonif) 511/Dibyatara Yodha yang beberapa waktu yang lalu menggantikan Batalyon Infanteri (Yonif) 642/Kapuas.

Sedangkan untuk sektor timur, saat ini akan dijaga oleh Yonif 320/Badak Putih yang menggantikan Yonif 123/Rajawali.

“Satuan ini akan bertugas selama 9 bulan,” ujar Achmad.

Pangdam juga menegaskan bahwa tugas adalah kehormatan bagi Prajurit TNI. Untuk itu, setiap prajurit harus dapat menjaga kehormatan tersebut.

Sehingga, kepada Satgas Pamtas agar melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya dan harus dipertanggungjawabkan.

Terkait jumlah personel dalam pelaksanaan tugas di perbatasan, menurut Pangdam tidak ada idealnya berapa pasukan yang menjaga perbatasan.

“Yang jelas kita akan menjaga tempat-tempat yang strategis terutama yang ada penduduknya. Karena, selain menjaga dan mengamankan juga melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan untuk kawasan hutan lindung,  untuk sementara belum dijaga.

“kedepan ini (hutan lindung) kita mulai lagi untuk dijaga,” katanya. (Noy)