Pj Gubernur Kalbar: Generasi Muda Harus Sebarkan Nilai Bela Negara

oleh
Pj Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmadji saat berada di Singkawang, Kalimantan Barat

SINGKAWANG, KILASKALBAR.com  Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Dody Riadmadji mengajak para Generasi Muda yang menjadi peserta Pembentukan Kader Bela Negara jangan ragu untuk menyebarkan nilai-nilai bela negara kepada lingkungannya masing-masing, sehingga bela negara menjadi kesadaran nasional dan gerakan nasional.

“Ini sebagai bentuk tanggung jawab kita semua dalam mempertahankan negara dan menjaga kelangsungan hidup negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” kata Drs Dody Riadmadji, Selasa (27/3), saat hadir dalam acara Pembukaan Pembentukan Kader Bela Negara di Aula Dodik Bela Negara Rindam XII/Tpr Singkawang.

Dikatakannya, sebagai generasi muda, para peserta adalah pemimpin di masa mendatang, penerus dan pengemban amanah dari pendiri bangsa ini. Jadi kita harus berperan dan bangga sebagai bangsa Indonesia. Itulah intinya atau bagian yang sangat esensi dari bentuk Bela Negara yang sesungguhnya,” jelasnya.

Tantangannya adalah bagaimana para generasi muda mampu meningkatkan kualitas pengorbanan kepada bangsa dan negara dihadapkan pada bentuk dan sifat ancaman modern seat ini. “Berani mengatakan tidak dan menolak natkoba itu juga adalah bentuk bela negara,” jelasnya.

Pj Gubernur Kalbar juga meminta kepada seluruh peserta Pembentukan Kadar Bela Negara ini agar sungguh -sungguh mengikuti kagiatan ini, sehingga nantinya mampu bersikap kritis terhadap segala upaya yang memecah belah bangsa, atau merendahkan martabat bangsa serta sanantiasa waspada terhadap upaya infiltrasi ideologi, yang selalu dilakukan dengan cara yang sangat halus dan kekinian yang ingin merubah atau menggantikan Pancasila dan ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pembentukan Kader Bela Negara akan dapat berperan dalam mendukung suksesnya Pesta Demokrasi ini agar berjalan dengan sejuk, aman dan damai.

“Suksesnya penyelenggaraan Pilkada bukanlah suskes bagi individu, atau kelompok tertentu, atau penyelenggara saja, tetapi menjadi kesuksesan bagi kita semua, Masyarakat Kalbar,” ingatnya.

Dirinya juga mengapresiasi kegiatan pembentukan Kader Bela Negara ini, karena dinilai sangat penting. Upaya pembelaan negara untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI bukan hanya tanggung jawab Tentara Nasional Indonesia (TNI) selaku Komponen lnti, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua warga negara Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 30 UUD 1945 yang menegaskan bahwa Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara, tentu dalam kapasitas sebagai komponen Cadangan.

Pengetahuan dan penambahan wawasan mengenai apa dan bagaimana bela negara itu, serta bagaimana implementasinya dalam sistem pertahanan di Indonesia yang kita sebut dengan Sistem Pertahanan Semesta, yang tentunya akan berbeda dengan apa yang diterapkan negara lain.

Mengenai aktualisasi dari upaya bela negara itu sendiri, masih kata Dody Riadmadji, tentu disesuaikan dengan tugas, fungsi dan peran kita masing-masing di lingkungan masyarakat, yang sudah barang tentu jauh berbeda dengan era perjuangan para pendahulu kita, karena bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi pun berbeda.

Sekali lagi diingatkan, memanfaatkan kemudahan akses intemet untuk hal-hal yang positif, produktif dan inovatif guna mendorong peningkatan kompetensi dan pengetahuan demi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara itu juga bela negara. Masih banyak Iagi contoh aktualisasi bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

“Betapa pentingnya bela negara ini, Bapak Presiden Jokowi dalam Upacara Peringatan Hari Bela Negara tanggal 19 Desember 2017 yang lalu, secara tegas menyebutkan bahwa Kesadaran bela negara menjadi hal urgen untuk ditanamkan sebagai landasan sikap mental dan perilaku bangsa Indonesia. Bela negara merupakan bentuk revolusi mental sekaligus untuk membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi kompleksitas dinamika ancaman sekaligus untuk mewujudkan ketahanan nasional yang diaktualisasikan dalam peran dan profesi setiap warga negara,” ujarnya.

Dijelaskannya, pada era milenium saat ini, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi sudah demikian pesat, bahkan telah ada yang menyebutkan bahwa kita kini memasuki era revolusi industn ke 4 yang ditandai dengan adanya kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Era super komputer, rekayasa genetika, teknologi nano, Mobil otomatis dan sebagainya. Berbagai hal yang Saya sebutkan itu, telah mendorong terjadinya perubahan yang sangat oepat dalam semua aspek kehidupan kita, baik sebagai individu, anggota masyarakat, maupun bagi daerah, bangsa dan negara.

“Kemudahan dan kecanggihan akses digitalisatasi intemet saat ini, sudah sangat potensial mempengaruhi pola pikir generasi muda bangsa, termasuk dalam merespon beragam informasi dan paham-paham Radikalisme dan Terorisme yang dapat menjadi ancaman bagi kehidupan bangsa dan negara,” ingatnya. (Humas Pemprov Kalbar)