Ingin Hasilkan Calon Anggota KPU yang Kredibel, Timsel Minta Publik Berikan Tanggapan

oleh -2.214 views
Tiga dari lima tim seleksi calon anggota KPU Pontianak dan Mempawah. Ketua Timsel, Sukardi (tengah) memberikan keterangan pers kepada awak media di Sekretariat Timsel di Kantor KPU Kalbar, Pontianak, Senin (24/9/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Tim seleksi (timsel) calon anggota KPU Kota Pontianak dan Kabupaten Mempawah periode 2018-2023, mengajak publik termasuk awak media untuk ikut berpartisipasi dalam mengawal proses seleksi calon anggota KPU di dua daerah tersebut.

Harapannya pada tahapan seleksi kali ini, akan dihasilkan calon-calon anggota KPU yang benar-benar memiliki kredibilitas dan integritas untuk menjadi penyelenggara pemilu.

“Kalaupun nanti misalnya di Kabupaten Mempawah ada informasi yang tidak tersampaikan ke kami secara langsung mengenai calon-calon yang sudah mendaftarkan diri, kita juga minta bantuan teman-teman media untuk menyampaikan ke kami mengenai jejak, rekam calon-calon anggota KPU baik itu di Pontianak maupun di Kabupaten Mempawah,” pinta Ketua Timsel calon anggota KPU, Sukardi saat menggelar jumpa pers di Sekretariat Timsel, Pontianak, Senin (24/9/2018).

Tanggapan dari masyarakat mengenai para calon anggota KPU ini dimulai sejak 19 September sampai 8 November 2018. Masyarakat bisa memberikan tanggapan atau laporan ke timsel dengan mengirim ke email timsel1.kpukotapontianak@gmail.com atau timsel1kpukabmempawah@gmail.com. Ataupun mendatangi langsung Sekretariat Timsel di Kantor KPU Kalbar, Jalan Subarkah No 1, Pontianak.

“Kalau nanti misalnya dari hasil (seleksi) administrasi yang sudah kita publish itu ada calon-calon yang menurut masyarakat dalam tanda petik itu ada suatu masalah, maka kami berharap itu disampaikan ke tim seleksi. Tentunya didukung oleh dokumen-dokumen atau alat-alat bukti yang memastikan bahwa tanggapan dari masyarakat itu benar adanya,” kata Sukardi.

Senada dengan Sukardi, anggota timsel lainnya, Ikhsanudin mengatakan, keterlibatan publik dengan memberikan tanggapan ini tidak lain dalam seleksi, calon anggota KPU di dua daerah tersebut untuk menghasilkan calon anggota yang kredibel dan mempunyai kompetensi.

“Tim ingin memperoleh insan-insan yang punya kecakapan, yang punya kompetensi,” ucapnya.

“Kita berharap para pendaftar ini orang-orang yang kredibel, punya kredibilitas yang mumpuni. Kemudian tidak partisan, tidak pro ke sana ke mari. Dia memang punya keteguhan di dalam menjaga proses (pemilu),” terang dia.

Integritas dan kredibilitas para calon anggota KPU ini, ditunjukkan di antaranya memiliki pemahaman yang baik tentang kepemiluan, khususnya sebagai caon penyelenggara pemilu. Selain itu, calon bukanlah anggota parpol. Atau kalau pernah menjadi anggota/pengurus parpol, telah mengundurkan diri minimal lewat dari lima tahun.

Ditambahkan Buhori, anggota timsel lainnya, di samping menerima tanggapan langsung dari masyarakat, timsel juga akan memantau track record calon anggota KPU ini melalui jejak digital.

“Kita juga bisa menggunakan jejak digital dari masing-masing calon,” katanya.

“Kami juga meminta dari teman-teman media untuk membantu, misalnya nanti ada rekam jejak digital dari calon-calon yang mendaftar itu sehingga nanti bisa diberikan kepada kami sehingga menjadi salah satu pertimbangan kepada timsel,” jelas dia.

Saat ini, untuk Kota Pontianak, timsel telah menerima pengembalian empat formulir dari pendaftar. Sementara di Mempawah, baru dua formulir pendaftar.

Sejak dibukanya pendaftaran, 19-27 September 2018, masyarakat yang telah mengambil formulir pendaftaran, di Pontianak sebanyak 21 orang, dan Mempawah 6 orang.

Penyerahan formulir pendaftaran akan ditutup pada 27 September sampai pukul 00.00 WIB. Sedangkan untuk pengumuman seleksi administrasi pada 4-8 Oktober 2018. (qrf)