BKKBN Libatkan Perguruan Tinggi Survei Kinerja Program

oleh -1.535 views
Deputi Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN Pusat, Rizal Martua Damanik (kanan) menyerahkan peralatanni survei kepada perwakilan enumerator.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalbar, menggelar pelatihan technical assitance (TA) survei kinerja akuntabilitas program (SKAP) kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) bagi enumerator Provinsi Kalimantan Barat, Senin (23/4/2018).

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Santika Pontianak ini, melibatkan 24 mahasiswa dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, dan dilaksanakan dari 23 April sampai dengan 2 Mei 2018. Acara ini dibuka oleh Deputi Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Pusat, Rizal Martua Damanik.

“Kita ingin mensurvei (dan) mengevaluasi hasil kerja dari pada aparat BKKBN (di daerah) dalam pelaksanaan tupoksi dari pada BKKBN. Jadi, sejauh mana program-program tersebut berjalan di lapangan,” ujar Rizal kepada awak media usai membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, survei yang dilakukan BKKBN melalui enumerator terhadap aparat BKKBN di daerah, guna mengetahui perkembangan sejauh mana kinerja aparat dalam memberikan pemahaman berkenaan lokus kerja BKKBN itu sendiri kepada masyarakat.

“Jadi sejauhmana program-program yang diamanatkan oleh negara kepada BKKBN ini, dapat dilaksanakan,” katanya.

Mengambil enumerator dari kalangan mahasiswa, SKAP KKBK ini kerjasama antara Perwakilan BKKBN Kalbar dengan IAIN Pontianak. Di malam acara pembukaan, ditandatangani nota kesepahaman antara kedua belah pihak.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Uung Kusmana menambahkan, pelatihan ini dilaksanakan selama 10 hari. Selanjutnya, para enumerator akan diterjunkan ke 14 kabupaten/kota di Kalbar untuk mensurvei kinerja aparat BKKBN di setiap daerah.

“Pelaksanaannya itu tiga bulan. Kegiatan selama tiga bulan itu akan diterjunkan ke kabupaten/kota yang sudah ditentukan klusternya. Klusternya ada 42. Mereka akan. Bekerja di bawah naungan fasilitasi supervisor, yakni para dosen di IAIN Pontianak,” terangnya.

Ia mengungkapkan, pada survei tahun sebelumnya, tingkat pemahaman masyarakat terhadap program BKKBN cukup tinggi. Tahun ini, BKKBN kembali mengikur tingkat pemahaman masyarakat yang telah diberikan oleh aparat BKKBN

“Survei ini penting sebagai ukuran kenerja kedepan. Kedua, ini untuk mengukur prestasi. Sejauhmana BKKBN Kalbar itu melakukan tupoksi dalam satu tahun. Sudah berhasil atau belum. Kalau belum, nanti kita akan tingkatkan. Kalau sudah berhasil, kita pertahankan,” pungkas Kusmana. (qrf)