Peringatan Harlah ke-58, PMII Berkomitmen Merawat dan Mengawal Empat Pilar Bangsa

oleh -1.637 views
Peringatan harlah akbar PMII ke-58 di Gedung PCC, Pontianak, Kamis (19/4/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Peringatan hari lahir (harlah) akbar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-58, yang diadakan Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Pontianak di Kota Pontianak, Kamis (19/4/2018), berlangsung meriah.

Ratusan mahasiswa dan ikatan keluarga alumni (IKA) PMII dari berbagai daerah di Kalbar, hadir pada acara yang berlangsung di Pontianak Convention Center (PCC), Kota Pontianak.

Dalam sambutannya, Ketua IKA PMII Kota Pontianak Ismail Ruslan menyampaikan, peringatan harlah ini merupakan membuktikan bahwa PMII selalu menggelorakan dan tetap berkomitmen untuk setia menjaga dan membela ideologi Pancasila di Nusantara, khusunya di Kalbar.

“Hingga detik ini dan sampai kapanpun, PMII berkomitmen untuk merawat dan mengawal empat pilar bangsa Indonesia, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam konteks keindonesiaan, IKA PMII berpesan kepada warga PMII, untuk tidak berhenti mengumandangkan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa ini.

“Hanya dengan itulah Indonesia tetap berdiri kokoh menuju satu abad,” tegasnya.

Secara tegas Ismail menyataka, negara ini tidak boleh bubar dan tidak mungkin bubar. Pendiri bangsa telah meletakkan dasar yang kuat, yaitu Pancasila.

“Andaikan para pendiri bangsa ini tidak ada titik temu, maka tidak akan ada NKRI. Semula terjadi petbedaan, namun karena adanya titik temu di antara pendiri, maka terbangunlah NKRI ini. Titik temu itulah yang disebut ‘kalimatun sawa’ atau satunya kalimat,” terangnya sekaligus sebagai bantahan kepada salah satu negarawan bangsa ini yang menyatakan Indonesia akan bubar pada 2030 nanti.

Lebih lanjut ia mengatakan, ideologi negara ini sudah final. Maka itu tidak perlu dipersoalkan lagi.

“Fakta bahwa negara Indonesia beragam agama dan etniknya, maka PMII berkewajiban mengawalnya dan menjaganya agar tidak terjadi konflik,” pinta Ismail. (qrf)