Presiden Dayak Ajak Masyarakat Adat Lestarikan Hutan

oleh -2.127 views
Presiden MADN Cornelis membuka PGD XXXIII di Rumah Radakng, Pontianak, Minggu (20/5/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis mengimbau dan mengajak masyarakat adat Dayak yang ada disetiap penjuru dunia bisa terus menjadi bagian dari pelestarian hutan.

“Selama ini masyarakat Dayak identik menggantungkan hidup dari hasil hutan yang ada di sekitar tempatnya tinggal,” ujar Cornelis, Senin (21/5/2018).

“Untuk itu saya imbau, agar masyarakat Dayak untuk terus melestarian hutan yang ada, agar bisa terus mempertahankan kelangsungan hidupnya,” tambah Cornelis.

Cornelis menambahkan, masyarakat Dayak dan masyarakat dari suku lainnya dipersilahkan untuk bisa mengambil manfaat dari hasil hutan yang ada.

Namun, jangan sampai merusak apa lagi melanggar ketetapan yang sudah di atur dalam Undang-undang.

“Demikian juga bagi masyarakat Dayak yang hidup dari hasil ladangnya. Jangan lagi berladang dengan berpindah-pindah, karena lahan pertanian yang dikelola dengan baik, justru bisa mendatangkan hasil yang lebih baik dari pada ladang berpindah,” katanya.

Terkait dengan pelaksanaan Pekan Gawai Dayak ke-33 yang dilaksanakan di Kalimantan Barat, dirinya mengimbau agar masyarakat Dayak bisa ikut memberikan sumbangsih dalam meningkatkan hasil panennya, untuk mendukung ketahanan pangan Nasional.

“Saya megharapkan masyarakat Dayak bisa ikut mewujudkan kemandirian pangan bagi Kalba, sehingga yang kita makan bukan dari luar tapi dari hasil cocok tanam sendiri,” tuturnya.

Berangkat dari masalah pangan di dunia yang kini terancam akibat tidak bisa diprediksinya iklim, Cornelis memaparkan, bahwasannya bahan pangan bukan hanya beras saja, Iklim di dunia sudah berubah, akibat gas rumah kaca sehingga panas bumi meningkat dan iklim tidak bisa diramal lagi oleh BMKG, semua stekholder di dunia ini khususnya di Kalbar untuk mengawal kebijakan kebijakan pangan ini.

Maka kata Cornelis, perlu langkah nyata bagi seluruh yang berkepentingan, seperti cetak sawah yang sudah dilakukan pemerintah bekerjasama TNI, agar ditanami pangan.

“Kalau kita tidak laksanakan penanaman maka kebutuhan pangan terancam, karena penduduk dunia ini bertambah. Antara produksi pangan dan pertumbuhan penduduk tidak seimbang sehingga ancaman kelaparan bisa terjadi di mana-mana,” kata Mantan Gubernur Kalbar dua periode tersebut.

(MEDIA CENTER KAROLIN GIDOT)