Wali Kota Tjhai Chui Mie Instruksikan Setiap Kelurahan Ada Nomor Aduan Terkait Karhutla

oleh -1.649 views
Wali Kota Singkawang pimpin rapat karhutla.

SINGKAWAG, KILASKALBAR.com – Pemkot Singkawang menggelar Rakor Karhutla di ruang rapat Wali Kota Singkawang, Senin (20/8/2018). Rapat dipimpin langsung oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, yang dihadiri lurah dan camat se-Kota Singkawang.

Chui Mie mengatakan, rapat ini membahas posko serta nomor aduan untuk masing-masing kelurahan yang ada di Kota Singkawang terkait karhutla.

“Setelah rakor ini akan ada rapat lanjutan (di hari yang sama), di mana masing-masing kelurahan sudah menyiapkan nomor aduan untuk masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya nomor aduan di setiap kelurahan, ucap Chui Mie, setidaknya dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian karhutla di wilayahnya masing-masing

Ia meminta agar masyarakat untuk bersama-sama ikut berpartisipasi menanggulangi karhutla yang terjadi. Seperti dengan menyiapkan sumur sebagai sumber air.

“Karena dengan adanya persediaan air tersebut setidaknya dapat memperkecil titik api apabila terjadi kebakaran lahan,” katanya.

Kejadian karhutla, salah satu pihak yang disibukkan adalah Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS). Untuk memudahkan mobilisasi kendaraan pemadam, Chui Mie akan memprioritaskan bahan bakar minyak (BBM) solar yang dibutuhkan BPKS dalam bertugas.

“Saya tadi malam sudah menelepon Manager Pertamina Kalbarteng, Teuku Johan Miftah, dan beliau sudah mengarahkan saya untuk dapat menghubungi owner SPBU Jalan Ratu Sepudak, Kecamatan Singkawang Utara,” ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Kota Singkawang M Nadjib mengatakan, terkait banyaknya aspirasi dari guru maupun orang tua siswa berkenaan kabut asap, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran.

“Kita telah keluarkan surat edaran terkait kabut asap. Melihat kabut asap saat ini Kota Singkawang masih jauh dari kabut asap di banding Kota Pontianak,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebagaimana diterangkan pihak Dinas Kesehatan Singkawang, kabut asap di Singkawang masih dalam status wajar.

“Namun demikian, untuk libur sekolah sifatnya fakultatif. Jika di sekolah tersebut parah kabut asap, pihak sekolah dapat meliburkan sekolah tersebut. Tidak berlaku bagi sekolah yang tidak terkena dampak kabut asap. Namun jangan dijadikan kesempatan. Nanti berakibat kepada prestasi anak didik,” tuturnya. (mizar)