Polda Kalbar Berikan 10 Bendera Panji Tengkorak dan Jempol ke Jajarannya

oleh -1.768 views
Wakapolda Kalbar, Brigjen Sri Handayani menyerahkan panji tengkorak dan jempol ke Kasatker dan Kasatwil.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat mempunyai cara tersendiri dalam memacu kinerja anggotanya. Bendera panji tengkorak dan jempol diberikan kepada Satker dan Satwil pada setiap pelaksanaan anev kinerja, seperti analisa dan evaluasi (Anev) bulan April 2018 ini yang dilaksanakan di Graha Khatulistiwa Mapolda Kalbar, Kamis (17/5/2018).

Anev tersebut membahas tentang hasil penilaian kinerja Satker atau Satwil jajaran Polda Kalbar yang disertai dengan penyerahan 10 bendera panji berlambang tengkorak dan bendera panji berlambang jempol.

Bendera panji tengkorak melambangkan lemahnya kinerja, dan bendera panji jempol melambangkan prestasi dan kinerja yang baik. Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, setiap bulan Polda Kalbar melaksanakan anev kinerja secara rutin, sebagai fungsi kontrol penilaian kinerja dan pengawasan. Penghargaan dan hukuman diberikan dalam bentuk bentuk bendera panji tengkorak dan jempol pada saat pelaksanaan anev.

Hasil penilaian anev bulan April untuk kasus menonjol seperti cubis, curat, curat senpi, curanmor, anirat, dan laka lantas, satwil yang paling mampu dalam mengelola dan mengendalikan harkamtibmas adalah Polresta Pontianak, sedangkan yang terendah Polres Sekadau.

Begitu juga anev penyelesaian perkara di atas 15 persen dan tahap II, satker yang tertinggi dalam penyelesaian perkaranya adalah Direktorat Narkoba, sedangkan satker yang terendah adalah Polres Kapuas Hulu.

Selain itu Anev Zero Tolerance, yaitu pelanggaran yang dilakukan oleh anggota tertinggi terjadi di Polres Sekadau. Anev Zero Illegal dalam penanganan jumlah kasus tertinggi adalah Polres Sintang, sedangkan yang terendah Polres Sekadau.

Penilaian terhadap penyerapan anggaran sangat penting untuk membangun sistem penggunaan anggaran dan pelaporan yang akuntabel.

“Semua anggaran harus bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya dan cermat dalam pelaporan,” kata Kapolda Didi.

Anev realisasi penyerapan anggaran tertinggi adalah Satker Direktorat Reserse Kriminal Khusus, sedangkan yang terendah adalah Satker Dit Intelkam.

Bendera panji tengkorak dan panji jempol pun disematkan langsung oleh Wakapolda Kalbar, Brigjen Sri Handayani kepada Kasatker dan Kasatwil untuk diajang di samping meja kerjanya, agar seluruh anggota mengetahui dan menjadi kebanggaan bagi yang berprestasi mendapat bendera panji jempol dan sebagai pemicu dalam meningkatkan kinerjanya bagi yang mendapat bendera panji tengkorak. (*)