Lomba Cipta Menu Beragam, Pangan Berkualitas Tentukan Kualitas SDM

oleh -1.794 views
Pj Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji melihat menu-menu yang dilombakan dalam Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (LCM B2SA) berbasis Sumber Daya Lokal Tingkat Provinsi Kalbar di Balai Pertemuan Bhinneka Karya Abadi Gedung Korpri Pontianak, Kamis (19/7/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Dodi Riyadmadji mengatakan, pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang tingkat pemenuhannya akan menentukan kualitas sumber daya manusia. Apa dan bagaimana kita saat ini adalah hasil dari apa dan bagaimana pangan yang kita konsumsi sejak kita lahir, di samping faktor pendidikan dan lingkungan.

“Apa dan bagaimana yang dikonsumsi anak-anak kita sejak saat ini akan menentukan pula seperti apa mereka nanti dewasa. Sudah barang tentu kita mengharapkan anak-anak kita kelak menjadi manusia-manusia yang berkualitas sehingga bisa menjadi asset bangsa dan negara di dalam membangun negara serta memiliki daya saing yang tinggi,” ujarnya saat membuka acara Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (LCM B2SA) berbasis Sumber Daya Lokal Tingkat Provinsi Kalbar di Balai Pertemuan Bhinneka Karya Abadi Gedung Korpri Pontianak, Kamis (19/7/2018).

Dikatakannya, sebagai salah satu faktor penentu, maka dibutuhkan pangan yang berkualitas yaitu pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA) agar manusia bisa hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Dengan konsumsi yang beragam, bergizi seimbang dan aman diharapkan bisa menjadi modal dasar bagi anak-anak kita untuk hidup sehat, aktif dan produktif sehingga mereka lebih siap untuk menempuh pendidikan hingga ke jenjang yang tertinggi, lebih kuat di dalam menghadapi hambatan dan tantangan kehidupan serta lebih mampu di dalam menghadapi persaingan di tingkat regional, nasional hingga internasional.

Komposisi konsumsi pangan penduduk kita masih didominasi oleh kelompok pangan padi-padian terutama beras. Di sisi lain konsumsi kelompok sayur dan buah, pangan hewani, umbi-umbian, Buah atau biji berminyak, dan kacang-kacangan masih perlu ditingkatkan.

“Nilai kualitas keseimbangan pola konsumsi penduduk Kalimantan Barat yang digambarkan dengan skor PPH tahun 2017 baru mencapai 79,43,” katanya.

Tingkat konsumsi penduduk Kalimantan Barat tahun 2017 masih berada di bawah Angka Kecukupan Gizi (AKG) yaitu untuk konsumsi Energi baru mencapai 1833,33 Kkal/Kap/Hari (85,27 persen Angka Kecukupan Energi/AKE), dan konsumsi protein yang baru mencapai 55,60 gram/kap/hari (97,54 persen Angka Kecukupan Protein/AKP).

Sedangkan untuk kabupaten/kota, konsumsi energi juga masih berada di bawah AKE, sedangkan konsumsi protein hanya tiga daerah di Kalbar yang sudah melampaui AKP, yaitu Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, dan Kota Pontianak. Sementara kabupaten/kota lainnya berada di bawah AKP.

“Nilai kualitas keseimbangan pola konsumsi penduduk per kabupaten/kota di Kalbar yang digambarkan dengan skor PPH tahun 2017 sebagian besar berada di bawah rata-rata skor PPH Kalbar (79,43),” ucapnya.

Jadi di sini kita semakin disadarkan akan peran penting pemenuhan gizi yang akan menjadi penentu pertumbuhan dan masa depan, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan yang diistilahkan sebagai Golden Ages atau Usia Emas dan juga Windows of Opportunities yang menjadi Penentu Masa Depan Kehidupan.

“Dibutuhkan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman. Dan untuk kemandirian penyediaannya selayaknya kita mengedepankan pemanfaatan potensi lokal melalui sumber-sumber pangan?lokal yang dimiliki oleh masing-masing daerah dengan berbagai kekhasannya masing-masing. Atas dasar inilah Pemerintah juga mendorong melalui pengembangan program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) berbasis sumber daya lokal,” ujarnya.

Dijelaskannya, strategi yang patut dan layak dikembangkan di masyarakat di semua daerah adalah melalui Pemanfaatan Pekarangan dengan menjadikannya sebagai Kawasan Rumah Pangan Lestari yang bisa menjadi sumber pemenuhan gizi keluarga secara mandiri.

“Inilah yang sekarang sedang kita galakkan untuk terus dikembangkan di masyarakat,” ucap Dodi.

Guna memotivasi masyarakat agar mau mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA), maka sosialisasi maupun gerakan perlu secara terus menerus dilakukan untuk dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta mengubah pola konsumsi pangan masyarakat menuju B2SA.

Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (LCM B2SA) Berbasis Sumber Daya Lokal ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi yang kita lakukan dan melalui Lomba ini diharapkan akan mendorong daya kreatifitas peserta dalam peningkatan pengolahan pangan, cita rasa, dan tata hidang serta dalam pemanfaatan potensi sumber daya lokal.

Di sisi lain, diharapkan juga memberikan daya unik baik bagi semua peserta maupun masyarakat luas untuk mengaplikasikan menu B2SA ini di dalam menu konsumsi sehari-hari. Sudah barang tentu, upaya ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk diwujudkan, tetapi dengan dukungan dan komitmen kita bersama serta upaya yang terus menerus dilakukan maka diharapkan akan memberikan hasil yang nyata di masyarakat.

“Untuk itu, peran banyak pihak khususnya Tim Penggerak PKK sangat dibutuhkan. Kerja sama antara pemerintah dengan Tim Penggerak PKK selama ini perlu terus kita bangun. Program-program yang dilaksanakan PKK di setiap jenjang selama ini sudah sangat sejalan dengan program-program pemerintah,” ujarnya.

Peran PKK di dalam pelaksanaan Lomba Cipta Menu B2SA yang dilaksanakan setiap tahun ini sudah menggambarkan sinergisme pemerintah dan PKK dalam pelaksanaan salah satu program pemerintah untuk mendorong perbaikan pola konsumsi pangan masyarakat melalui konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kalbar Tita Kadarsari mengatakan, gerakan PKK adalah gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah yang pengelolaanya dari, oleh dan untuk masyarakat menuju temujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.

“PKK adalah suatu gerakan yang dibentuk untuk menggerakkan partisipasi masyarakat dan memberdayakan masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui keluarga melalui 10 program pokok PKK, salah satu diantaranya yaitu di bidang pangan, dengan LCM B2SA berbasis sumber daya lokal,” katanya.

Dikatakannya, kegiatan LCM B2SA berbasis sumber daya lokal merupakan kegiatan yang berlangsung setiap tahun, di mana dalam pelaksanaannya PKK selalu terlibat secara aktif baik di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota.

“Sebagai bukti hasil kerja sama yang baik, maka Kalimantan Barat pernah mencatat keberhasilan berturut-turut yaitu pada tahun 2008 dan 2009 menjadi Juara Umum Lomba Cipta Menu Makanan Tradisional Berbasis Pangan Lokal Tingkat Tingkat Nasional oleh Kabupaten Bengkayang dan diwakili Kabupaten Mempawah,” tuturnya. (*/qrf)