Teridentifikasi 17 Titik Api di Singkawang, Chui Mie Minta Sanksi Tegas Pelaku Pembakar Lahan

oleh -1.692 views
Wali Kota Tjhai Chui Mie menggelar konferensi pers terkait karhutla di ruang Media Center Diskominfo Singkawang, Jumat (18/7/2018).

SINGKAWANG, KILASKALBAR.com – Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengungkapkan, di Singkawang tidak ada titik api baru akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mengimbau kepada seluruh pihak untuk menjaga lingkungan agar tidak terjadi karhutla.

“Maka dari itu perlu sinergitas dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan lahan,” ujar dia saat menggelar konferensi pers di ruang Media Center Diskominfo Singkawang, Jumat (18/7/2018).

Ia menerangkan, karhutla terjadi di saat musim kemarau panjang. Angin kencang memperparah sehingga api cepat menyebar. Maka dari itu, perlu adanya pemantauan yang ekstra.

“Jika tidak segera ditangani, maka kebakaran lahan akan semakin meluas dan tentu akan banyak menimbulkan dampak negatif dari kabut asap yang ditimbulkan,” katanya.

Dalam persoalan karhutla di Singkawang, Chui Mie mengaku, pihaknya telah berupaya berbagai cara bersama multipihak lainnya agar kebakaran lahan tidak meluas.

Chui Mie mengatakan, untuk meminimalisir kejadian karhutla, diharapkan ada sanksi tegas dari pihak kepolisian kepada pelaku yang melakukan pembakaran lahan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja.

“Karena ulah dari mereka tentu sangat merugikan kita semua. Terutama bagi kesehatan masyarakat lantaran asap yang mulai menebal,” ucapnya.

Pemkot Singkawang telah menyiapkan posko pengaduan apabila terjadi kebakaran lahan. Chui Mie menilai, jika pembentukan posko atau Satgas ini sangat penting guna penanggulangan Karhutla yang sewaktu-waktu akan terjadi di Kota Singkawang, ia meminta agar tim terpadu yang ditugaskan untuk memadamkan Karhutla untuk secara rutin melakukan patroli lapangan.

“Karena dengan patroli tersebut, saya rasa bisa dengan cepat melakukan tindakan-tindakan sebelum api membesar dan meluas ke lahan yang satu dengan lahan yang lainnya,” ujarnya.

Yang jelas, kata dia, di saat musim kemarau sekarang ini, sumber daya manusia dan peralatan harus sudah dipersiapkan sebelum kebakaran semakin meluas.

“Sampai hari ini kita harapkan jangan ada lagi lahan yang terbakar,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Singkawang, Yuyu Wahyudin mengatakan, sejak Januari-Agustus 2018 terpantau sebanyak 17 titik api. “Ini berdasarkan data dari satelit SiPongi, NOAA dan LAPAN,” katanya.

Ia menuturkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, dari Januari-Agustus 2018, luas lahan yang terbakar di empat kecamatan yang ada di Kota Singkawang ada sekitar 263,70 hektare.

“Namun yang berhasil dipadamkan ada sekitar 51,70 hektare,” ujarnya.

Menurutnya, kebakaran lahan yang terjadi di Kota Singkawang tahun ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan dua unsur, yaitu kebakaran yang disengaja dan tidak disengaja.

Maka dari itu, untuk meminimalisir kejadian serupa, diharapkan peran serta masyarakat untuk ikut menjaga lahannya agar tidak membuka lahan dengan cara di bakar. (mizar)