Pihak Rumah Sakit Jiwa Sungai Bangkong Akui Kewalahan Layani Bacaleg

oleh -2.094 views
Kasubag TU RSJD Sungai Bangkong, Yuliana, saat memberikan keterangannya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (16/7/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Pihak Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sungai Bangkong, mengaku kewalahan dalam melayani masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan kejiwaan. Pasalnya, masyarakat yang ingin mengurus surat keterangan kesehatan jiwa (SKKJ), untuk saat ini jumlahnya bisa mencapai enam kali lipat per hari dari hari-hari sebelumnya yang hanya 50-60 orang.

Membludaknya jumlah masyarakat yang ingin memeriksakan kejiwaannya, lantaran SKKJ sebagai salah satu syarat calon bacaleg. Sebagaimana diketahui, pengajuan bacaleg oleh partai ke KPU berakhir besok, Selasa (17/7/2018).

“Tim medis sendiri jelas kewalahan ya, karena ndak sesuai. Kita punya psikiater hanya empat orang. Yang menetap itukan dua, yang dua sifanya MoU jadi tidak bisa setiap hari bisa di sini. Jadi yang dua orang ini juga di samping untuk pelayanan pasien umum, pasien jiwa juga itu dokternya ya, belum lagi melayani pasien kita yang dalam perawatan,” kata Kasubag TU RSJD Sungai Bangkong, Yuliana.

“Dalam sehari estimasinya rata-rata yang datang ke kita kan sekitar 300 untuk pengurusan surat kesehatan jiwa plus ada juga ditambah dengan bebas narkoba. Caleg inikan ada dua kebutuhan ya, kesehatan narkoba dan kesehatan jiwa,” ujarnya kepada awak media di RSJD Sungai Bangkong, Jalan Alianyang, Pontianak, Senin (16/7/2018).

Baca juga: Syarat Kejiwaan Bacaleg Banyak Belum Selesai, Ketua NasDem Kalbar Kritik Fasilitas Rumah Sakit

Dengan jumlah yang tak biasa, Yuliana mengungkapkan bahwa pihaknya kerap mendapat komplain dari masyarakat yang ingin dilayani, termasuk dari bacaleg.

“Banyak, banyak. Mereka juga banyak yang merasa tidak nyaman dengan pelayanan kami. Ya itu wajar, kami juga tidak bisa apa, karena mereka yang merasakan. Tapi secara profesional kami sama menyelesaikan itu sebenarnya,” ucapnya.

Yualiana mengatakan, tidak hanya SKKJ, ada juga bacaleg yang mengurus surat keterangan bebas narkoba di RSJD. Oleh karenanya, wajar bila jumlah masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan jumlahnya besar.

Yuliana menjelaskan, dalam memberikan pelayanan, pihaknya tidak membedakan baik itu bacaleg atau masyarakat secara umum. Terlebih lagi, tidak ada kesepakatan antara pihak RSJD dengan KPU terkait pelayanan SKKJ para bacaleg.

“Pemberitahuan secara resmi tidak ada, hanya informasi. Karena kami juga mendapatkan langsung secara lisan dari peserta yang ingin memeriksakan. Artinya tidak langsung resmi dari KPU,” katanya.

“Tidak ada pelayanan khusus karena kami tidak ber-MoU dengan KPU. Hanya sifatnya penyampaian secara lisan. Jadi teman-teman kita yang caleg inikan sifatnya mandiri bukan diakomodir. Jadi kita samakan, tidak ada bedanya dengan pelayanan pasien waktunya. Dan tidak ada jadwal yang juga disampaikan ke kami yang sudah dibagi per kabupaten misalnya begitu. Jadi siapa yang datang, ya silahkan. Kami tidak bisa melarang karena kami pelayanan,” ujar Yuliana menjelaskan.

Yuliana menuturkan, selama hari dan jam kerja, pihaknya akan melayani masyarakat yang datang ke RSJD.

“Kami tidak membatasi kapanpun untuk melayani, maksudnya sepanjang jam kerja, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kita tetap melakukan pelayanan sesuai dengan jam layanan kita dari 07.30 sampai jam 4 (sore). Kalau hari Jumat jam 07.30-16.30,” katanya. (qrf)