Forkoma PMKRI Ajak Semua Elemen untuk Membumikan Pancasila

oleh -1.685 views
Maskendari, Forkoma PMKRI Kalbar.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Gabungan forum alumni organisasi mahasiswa yang terdiri dari IKA PMII, KAHMI, Persatuan Alumni GMNI, dan Forkoma PMKRI sukses menggelar dialog kebangsaan bertema “Membangun negeri tanpa diskriminasi. Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat untuk kemajuan bangsa”, di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Sabtu (15/9/2018).

Dialog kebangsaan yang menghadirkan Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), KH Ma’ruf Amin itu dihadiri berbagai elemen masyarakat di Kalbar. Pesan yang disampaikan oleh KH Ma’ruf Amin, semua elemen harus bersama-sama menjaga kesepakatan para tokoh bangsa di mana konsensus bangsa ini final Pancasila sebagai ideologi.

Salah satu pihak penyelenggara dari Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI) Kalbar, Maskendari mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan sebagai bentuk andil multipihak dalam menguatkan Pancasila sebagai ideologi negara.

Menurut anggota DPRD Kalbar ini, tidak jarang karena persoalan perbedaan politik dan tidak senang dengan pemerintahan yang sah saat ini, kemudian ada yang mencoba merongrong kesepakatan sistem pemerintaha republik dan Pancasila sebagai ideologi negara.

“Akhir-akhir ini kan karena persoalan politik banyak orang yang mencoba mengingkari kesepakatan bersama yang disebut kiai tadi itu kan Pancasila. Karena ada usaha-usaha mengingkari itu, kita harusnya bertanggungjawab juga. Nah hari ini bentuk tanggungjawab kami dalam rangka menghadirkan, membunyikan Pancasila itu sendiri,” ujar Maskendari kepada awak media usai acara dialog kebangsaan.

Ia menegaskan, membumikan Pancasila sebagai konsensus dari para pendiri bangsa harus terus digaungkan. Tidak hanya pemerintah melalui BPIP-nya, tapi ini menjadi kewajiban semua pihak.

“Semua orang harus berperan dalam membuat Pancasila ini terus hidup dan bisa dilaksanakan. Tanggungjawab ini bukan sekadar menyebarkan, mensosialisasikan, tapi melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari,” terang politisi PDI Perjuangan ini.

Ia menegaskan, persatuan dan kesatuan bangsa ini harus terus dijaga. Jangan sampai karena politik, bangsa ini pecah.

Ia menyebutkan, sudah banyak contoh di negara lain, perpecahan itu muncul karena tidak bisa bersikap dewasa dalam perbedaan pandangan, termasuklah perbedaan dalam politik.

Maka dari itu, jelang Pemilu 2019 ia berharap rakyat menyongsong pemilu sebagai pesta demokrasi yang semuanya harus gembira menyambutnya.

“Ini tahun demokrasi. Tahun demokrasi ini kita harus gembira. Kalau semua kita laksanakan dengan gembira dan sesuai aturan, saya menilai itu kan nilai-nilai Pancasila,” tutur Maskendari. (qrf)