Bertemu dengan KH Ma’ruf Amin di Pontianak, Lidya Kandou Cium Tangan: “Okelah!”

oleh -2.134 views
Lidya Kandou saat bertemu KH Ma'ruf Amin di RM Kakap, Pontianak.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Kunjungan KH Ma’ruf Amin di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (15/9/2018), tak hanya disambut antusias oleh para aktivis, tokoh masyarakat, adat dan lintas agama setempat.

Saat dijamu oleh para aktivis Kalbar di RM Pondok Kakap, Jalan Ismail Marzuki, Benua Melayu Darat, Pontianak, sejumlah warga yang kebetulan singgah di sana berebut cium tangan KH Ma’ruf Amin.

Bahkan saat jamuan makan selesai dan rombongan KH Ma’ruf Amin hendak kembali ke arena Konsolidasi Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Grand Mahkota Hotel Pontianak, sejumlah rombongan emak-emak, termasuk di antaranya selebriti Lidya Kandou, meminta waktu KH Ma’ruf Amin untuk sowan dan berswafoto.

“Saya lihat kiai masih kuat, masih gagah. Saya bilang, okelah!” ujar Lidya.

Baca juga: Berkunjung ke Pontianak, KH Ma’ruf Amin: Saya Meminta Restu, Doa dan Dukungan

Meski mengaku tak paham politik, namun di musim pilpres ini, menurut Lidya, dari dua pasangan yang ada, ia lebih memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Baca juga: Pancasila Adalah Kesepakatan Bersama, Kata KH Ma’ruf Amin Khilafah Tertolak dengan Sendirinya

“Saya optimistis beliau bisa memimpin bangsa ini. Beliau adalah pengayom kerukunan beragama. Apalagi berpasangan dengan pak Jokowi yang sudah jelas kinerjanya. Pokoknya saya dukung yang sudah terbukti baik kerjanya,” ucap Lidya.

Baca juga: Wakil Ketua PWNU Kalbar Sukiryanto: Kehadiran KH Ma’ruf Amin untuk Meneguhkan Nilai-Nilai Pancasila

Sementara Koordinator Barisan Nasional KH Ma’ruf Amin (KMA), Hery Haryanto Azumi mengungkapkan optimismenya, bahwa pasangan capres-cawapres Jokowi-KMA bisa meraih dukungan maksimal dari kalangan emak-emak dan kaum milenial.

Baca juga: Forkoma PMKRI Ajak Semua Elemen untuk Membumikan Pancasila

“Apalagi jika mereka mengenal lebih dekat profil, pemikiran dan gerakan kiai yang selama ini konsisten menggerakkan ekonomi keumatan dan pemerataan akses ekonomi untuk masyarakat. Yang perlu dipahami bersama juga adalah kiai menggelorakan semangat ekonomi masyarakat kecil tanpa memusuhi kelompok elit dan kalangan konglomerat. Kiai justru mendorong agar konglomerat bersinergi dengan masyarakat kecil untuk memperkuat ekonomi nasional. Mengajak semua untuk bersatu demi bangsa dan negara,” papar Sekjend Majlis Dzikir Hubbul Wathon itu. (*/qrf)